Abstrak
Fornas merupakan daftar obat acuan yang digunakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional sehingga perlu diteliti penggunaanya dilapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proporsi penggunaan obat yang sesuai Fornas dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan obat yang sesuai Fornas di Unit Rawat Jalan RSUD Kota Padangsidimpuan. Metodenya adalah metode kuantitatif (deskriptif analitik dengan 380 data rekam medis) dan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Proporsi penggunaan obat Fornas hanya 83,2%. Pencapaian yang tidak mencapai 100% ini dipengaruhi oleh tidak adanya prosedur internal penggunaan obat Fornas, disfungsi Instalasi Farmasi, Tim Farmasi dan Terapi belum terbentuk, tidak adanya evaluasi dari manajemen rumah sakit, metode pengarahan atau sosialisasi hanya bersifat lisan serta terbatasnya dukungan dana dari APBD. Saran dari penelitian ini adalah melakukan metode lain untuk sosialisasi, merevitalisasi instalasi farmasi, membentuk Tim Farmasi dan Terapi, mempertimbangkan opsi perubahan status menjadi BLUD, meninjau ulang kerjasama dengan Apotek KPN dan menerapkan sistem satu pintu dalam pelayanan kefarmasian serta melakukan advokasi kepada pemerintah Kota Padangsidimpuan untuk mengembangkan RSUD Kota Padangsidimpuan. Kata kunci: Analisis, Obat, Fornas.