Abstrak
Latar Belakang: Di Kabupaten Lampung Selatan selama lima tahun berturut turut yaitu dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 telah terjadi peningkatan kasus campak. Upaya penanggulangan untuk menurunkan kasus campak belum berhasil. Tujuan: Penelitian ini akan mengembangkan Sistem Informasi Surveilans Campak di Kabupaten Lampung Selatan yang dirancang secara otomasi sehingga dapat memberikan kemudahan pengoperasionalannya bagi pengelola sistem dan menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan. Rancangan Penelitian: Pengembangan sistem ini disusun dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi. Bahan dan Cara Kerja: Pengumpulan data dan informasi melalui observasi atau pengamatan langsung di lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil: Dari pengembangan sistem ini telah berhasil disusun; form input yang dirancang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pemasukan data; Basis data yang telah dinormalisasi, dan dibuat relasi antar tabel sehingga dokumen menjadi terstruktur dan terorganisir dengan baik. Kesimpulan: Sistem Informasi Surveilans Campak di Kabupaten Lampung Selatan yang telah dikembangkan dapat segera diimplementasikan. Dalam pengaplikasian sistem yang baru ini perlu ada komitmen yang kuat dari penentu kebijakan dan stake holders serta motivasi dan kerjasama yang baik dari pelaksana sistem ini. Kata Kunci: Sistem Informasi Surveilans Campak, analisis sistem, rancangan sistem, dan siklus hidup pengembangan sistem.
Background: In Lampung Selatan during following five years, from 2000 to 2004, measles cases have been increased. The eradication efforts to decrease measles cases haven’t succeded yet. Objektive: The general purpose of this research is to develope computerized measles surveilance information system in Kabupaten Lampung Selatan that could give the amenity of function to system operator and yield needed information for decission maker. Design research: The method for this research using system development life cycle approach that consist of planning, analysis, design and implementation stages. Mareian and methods: Data and information needed were collecting by observation and depth interview. Result: On the design stage, input form have to be compiled that it designed by requirement, so that could improve efficacy and efficiency of inputing data. Normalization of databases and entitiy relationship technic be made to organized data be well. Conclusion: Measles Surveilance Information System in Kabupaten Lampung Selatan that have been developed can implement immediately. Implementation of this new system application need a strong commitment of stake holders and decision maker and also good motivation and cooperation of personnels. Keyword: Measles Surveilance Information System, analysis system, design system, and system development life cycle.