Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah kenaikan tren kunjungan pasien JKN dirumah sakit Dewi Sri baik rawat jalan ataupun rawat inap. Kendali mutu dan kendalibiaya sangat diperlukan untuk menjamin agar pelayanan kesehatan pada peserta JKNsesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dan diselenggarakan dengan efisien.Pilihan obat yang termasuk dalam pembayaran InaCBGs akan menjadi komponenpenting, sehingga review terhadap penggunaan obat sangat diperlukan dalam rangkameningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan efisiensi biaya obat.Penelitian ini menggunakan studi crosssectional dengan metode kuantitatif,untuk melihat gambaran rata-rata jumlah item obat per resep, persentase peresepanobat generik, peresepan antibiotik, peresepan obat fornas, dan jumlah biaya obatterhadap faktor jenis kelamin pasien, usia pasien, jenis kelamin dokter, umur dokterdan jaminan kesehatan sesuai dengan data sekunder yang didapat melalui data rekammedis dan resep di farmasi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yangsignifikan jumlah item obat per resep, persentase oobat generik, persentase obatantibiotik, persentase obat fornas, dan biaya obat diantara ketiga jenis jaminankesehatan tersebut. Faktor yang paling berpengaruh terhadap persentase antibiotik dirawat jalan dan jumlah item obat per resep pada rawat jalan dan rawat inap adalahjenis kelamin dokter. Faktor yang paling berpengaruh pada persentase antibiotik dirawat inap, dan persentase generik, persentase fornas, dan biaya obat pada rawatjalan dan rawat inap adalah jaminan kesehatan. Sehingga perlu adanya kebijakanpenggunaan obat generik, penggunaan obat fornas, dan jumlah item obat per resep ≤2 jenis obat di lingkungan rumah sakit.Kata Kunci : Jumlah item obat per resep, persentase generik, persentase antibiotik,persentase obat fornas, biaya obat.