Abstrak
Masalah kesehatan gigi dan mulut masih merupakan masalah public health yang besar pada negara-negara yang berpendapatan tinggi, dan merupakan beban bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyakit atau gangguan gigi dan mulut masuk dalam urutan 10 penyakit yang banyak ditemukan di puskesmas di Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran integrasi program UKGM yang dibina oleh puskesmas dan dilaksanakan di posyandu binaan, untuk selanjutnya dapat menjadi acuan di masa mendatang dalam pembentukan kebijakan terkait masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Metode penelitian merupakan studi deskriptif dengan metode analisis kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kegiatan UKGM belum terintegrasi dengan baik. Bidan posyandu belum diaktifkan dalam kegiatan UKGM, sehingga menyita perhatian dokter gigi dan perawat gigi di puskesmas. Hal yang disarankan adalah pelatihan tentang kesehatan gigi dan mulut harus juga diberikan pada bidan posyandu, bukan hanya kader masyarakat. Beban penyuluhan bagi kader masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan UKGM di posyandu dapat dibagi-bagi, sehingga tidak menumpuk dan mengakibatkan promosi kesehatan gigi dan mulut terlewatkan. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan kebijakan tentang UKGM harus dilakukan di masa yang akan datang. Kata kunci: Promosi Kesehatan Gigi, Promosi Kesehatan Gigi, UKGM, Posyandu Abstract Dental and oral health problems are still a big public health issue in highincome countries, and are a burden for low- and middle-income countries. Dental and oral diseases become one among 10 diseases that are commonly found in puskesmas in Tangerang City. This study aims to get an overview of the integration of the UKGM program which is managed by the puskesmas and implemented at the assisted posyandu, to further become the future reference in the formation of policies related to dental and oral health issues in Indonesia. The research method is a descriptive study with qualitative analysis method by conducting in-depth interviews and document tracking. The results concluded that the activities of UKGM have not been well integrated. Posyandu midwives have not been activated in the activities of UKGM, thus seizing the attention of dentists and dental nurses from puskesmas. It is recommended that training on oral health should also be given to posyandu midwives, not just community cadres. The extension work for community cadres who participate in UKGM activities in posyandu can be divided, so that it does not accumulate and result in dental and oral health promotion is overlooked. Research on the factors influencing policy making on UKGM should be done in the future keywords: Health promotion, Dental Health Promotion, UKGM, Posyandu