Abstrak
Kata kunci: Manajemen risiko, pengendalian kritikal, metode bowtiePenerapan manajemen risiko di banyak perusahaan tambang belum banyakmenititikberatkan kepada efektivitas pengendalian melainkan terbatas kepada biaya serta ada atautidaknya kecelakaan. Perubahan pola pikir manajemen risiko keselamatan dari reaktif menjadiproaktif dapat dilakukan dengan menggunakan manajemen pengendalian risiko kritikal. Persepsiakan risiko yang berbeda-beda, terutama pada penentuan pengendalian, dapat diselaraskan denganproses manajemen pengendalian yang terstruktur sehingga efektivitas pengendalian dapat dinilaisecara lebih obyektif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kefektifan pengendalian kritikal yangditerapkan oleh PT X serta peran penerapan proses pengelolaan pengendalian kritikal dalampencapaian peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Metodologi yang digunakan untukmencapai tujuan ini adalah dengan metode kualitatif di mana data yang digunakan adalah dataprimer berupa data wawancara dan focus group discussion dengan manajemen PT X dan staff yangbekerja dalam waktu tertentu serta data sekunder berupa data penerapan proses pengelolaanpengendalian dan data statistik kecelakaan kerja PT X.Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengendalian risiko kritikal berperanpenting dalam peningkatan kinerja keselamatan perusahaan. Perusahaan diharapkan dapatmeningkatkan penerapan manajemen risiko dengan memberikan secara berkelanjutan pelatihankepada karyawan dan mitra kerja tentang proses pengendalian kritikal, menetapkan tujuan, sasarandan program secara spesifik mengacu kepada hasil penilaian keefektifan pengendalian danmenyusun sistem audit yang bertujuan khusus untuk meninjau dan menetapkan standar,mengidentifikasi isu-isu dan peluang yang ada pada proses pengendalian kritikal dan meningkatkankinerja positif komponen-komponen yang terdapat dalam sistem manajemen keselamatanperusahaan.