Abstrak
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan pada pekerja kantoran di institusi X. Penelitian ini dilakukan di Institusi X dengan objek penelitian yaitu seluruh pegawai institusi X yang bekerja pada bidang Penyelenggara, bidang Program dan Evaluasi, bagian Tata Usaha, dan bagian Widyaiswara. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dan pengisian kuesioner oleh responden sesuai dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh responden terkait kelelahan dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kelelahan, serta dilakukan pengukuran langsung lingkungan kerja, meliputi pencahayaan dan temperatur ruangan. 44,6% pekerja mengalami kelelahan dan 55,4% pekerja tidak mengalami kelelahan. Terdapat 3 buah faktor terkait pekerjaan yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya kelelahan yaitu faktor jam kerja per hari, tuntutan pekerjaan, dan job control. Sedangkan pada faktor tidak terkait pekerjaan terdapat 1 buah faktor yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap terjadinya kelelahan yaitu faktor kualitas tidur. Namun setelah melalui analisis multivariat didapatkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan yaitu kualitas tidur. Variabel kualitas tidur memiliki nilai Odds Ratio sebesar 14,409, yang artinya pekerja dengan kualitas tidur yang buruk akan berisiko 14,409 kali mengalami kelelahan dibandingkan dengan pekerja dengan kualitas tidur yang baik setelah dikontrol oleh variabel jam kerja / hari, tuntutan pekerjaan, job control, dukungan sosial, dan status kesehatan.