Abstrak
Kelahiran bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu) cenderung diikuti dengan berbagai masalah seperti berat bayi lahir rendah (BBLR), peningkatan infeksi dan komplikasi, serta infeksi neonatal. Hal ini dapat berdampak kurang baik terhadap perkembangan neurologis dan pertumbuhan fisik pada anak usia dini. Stimulasi pijat bayi dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan bayi sesuai kelompok umur. Stimulasi diberikan oleh orang tua atau keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menilai pengaruh stimulasi pijat bayi oleh keluarga terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur di Bengkulu. Pendekatan kuantitatif yang diikuti dengan riset kualitatif. Intervensi berupa stimulasi pijat bayi prematur oleh anggota keluarga dengan frekuensi 3 kali sehari selama 8 minggu. Sampel adalah keluarga bayi prematur dengan usia post-menstruasi 34-36 minggu yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan di Bengkulu. Telah dipilih sebanyak 51 bayi pada kelompok intervensi dan 53 bayi pada kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari tanggal 25 April 2018 sampai 30 Desember 2019. Analisis data menggunakan GLM-RM analisis pengukuran yang dilakukan berulang-ulang pada subyek yang sama untuk menilai efek stimulasi pijat bayi terhadap tumbuh kembang bayi prematur dengan mengontrol variabel pengganggu. timulasi pijat bayi oleh keluarga secara teratur dan rutin meningkatkan pertumbuhan dan merangsang perkembangan motorik bayi prematur menjadi lebih baik setelah dikontrol variabel covariat jenis kelamin, asupan bayi dan bebas infeksi. Disertai asupan ASI yang optimal stimulasi pijat bayi memiliki efek postif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kepada Dinas Kesehatan disarankan tenaga kesehatan Puskesmas dan bidan agar lebih memperhatikan tumbuh kembang bayi prematur diwilayah kerjannya dan menerapkan stimulasi pijat bayi oleh keluarga pada semua bayi prematur