Abstrak
Berkendara dalam kegiatan operasional PT XYZ merupakan kejadian utama kecelakaan. Setiap tahun bahkan cenderung mengalamai kenaikan rate kecelakaan. Belajar dari kejadian kecelakaan berkendara di tahun 2016 dan 2017, PT XYZ berkewajiban untuk menurunkan tingkat rate kecelakaan, oleh karena itu di tahun 2018 diperkenalkan sebuah program Journey Management System (JMS) yang bertujuan untuk membentuk karakter pengemudi yang selamat guna mencapai penurunan jumlah kecelakaan berkendara di PT XYZ. Desain penelitian ini adalah survei menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan semikuantitatif. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antara penerapan JMS dan jumlah kecelakaan sekaligus menilai perubahan perilaku pengemudi sebelum dan sesudah penerapan JMS ini. Aplikasi pengolahan data statistik (Statistical Product and Service Solution/ SPSS) dengan metode Correlation untuk mengetahui hubungan antara implementasi JMS dan perilaku mengemudi dan jumlah kecelakaan berkendara. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa JMS memiliki hubungan dengan perilaku mengemudi di PT XYZ, Akan tetapi JMS tidak memiliki hubungan dengan jumlah kecelakaan berkendara di PT XYZ.