Abstrak
Posyandu memegang peranan penting dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pencegahan stunting. Sayangnya, angka kunjungan balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih rendah dan merupakan yang paling rendah di Kotamadya Jakarta Selatan (64,88%). Berbagai faktor mungkin memengaruhi keputusan orangtua/ keluarga untuk rutin membawa balitanya ke posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kepuasan terhadap layanan posyandu dan pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 281 ibu/ keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan posyandu baik didapatkan pada 73% responden. Kepuasan diukur dengan membandingkan kesesuaian kenyataan dan harapan, sebesar 93%. Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan antara kepuasan dan perceived need dengan pemanfaatan posyandu balita setelah faktor pengetahuan dan kemudahan akses dikendalikan (p<0,001, OR 3,682). Pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih belum mencapai target. Kepuasan terhadap layanan posyandu sudah tinggi, tetapi masih terkonsentrasi pada kelompok keluarga yang berkunjung ke posyandu secara rutin setiap bulannya. Masih diperlukan upaya untuk menggali lebih dalam faktor kebutuhan/ perceived need terhadap layanan posyandu. Puskesmas Tebet dapat menyusun strategi peningkatan mutu layanan posyandu berdasarkan analisa importance-performance (IPA) dimensi kepuasan dan identifikasi kebutuhan. 

Posyandu plays an important role in monitoring children's growth and development. Despite its importance, the Posyandu visit rate in the Tebet PHC area was low and counted as the lowest in South Jakarta (64,88%). Many factors may affect mothers/families to bring under-5 children to Posyandu. This research aimed to study the relationship between satisfaction and posyandu balita utilization in Tebet PHC area. This research was a cross-sectional, quantitative study involving 281 mothers/families. Routine utilization was found among 73% of families. Satisfaction measured by comparing performance and expectation was 93%. Results also show that there is a relationship between satisfaction and posyandu balita utilization (p-value <0,001, OR 3,682). Posyandu utilization is still below target. The satisfaction level is high, but it is still concentrated in a group of families who visit posyandu routinely. More attempt is needed to identify mothers/ family needs and expectations of Posyandu Balita. Further quality improvement strategies can be developed based on the importance-performance analysis (IPA) of the satisfaction dimensions and needs identification.