Abstrak
Penyakit menular berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global yaitu diare. Diare berpotensi menyebabkan Kejadian Luar Biasa dan kematian yang terjadi pada semua umur. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi kejadian diare pada semua umur berdasarkan diagnosa/gejala adalah 4,3%, dengan provinsi yang paling tinggi yaitu Provinsi Papua Tengah (16,1%). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor (karakteristik individu dan lingkungan) yang berhubungan dengan kejadian diare di Provinsi Papua Tengah. Penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 dan jumlah sampel yaitu 5.408 responden. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan tempat tinggal (5,36; 3,01-9,54), perilaku cuci tangan (2,84; 1,49-5,42), sumber air minum (3,43; 1,13-10,37), kualitas fisik air minum (3,26; 1,17-9,07), pengelolaan sampah (3,41; 1,21-9,59), fasilitas sanitasi (15,43; 4,25-56,03), pembuangan limbah (2,98; 1,42-6,19), dan fasilitas cuci tangan (6,97; 3,94-12,33) dengan kejadian diare. Kualitas fisik air minum (3,26; 1,14-9,28) merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian diare di Provinsi Papua Tengah.
An environmentally-based infectious disease that remains a global public health problem is diarrhea. Diarrhea has the potential to cause extraordinary events and deaths that occur at all ages. Based on data from the Indonesian Health Survey in 2023, the prevalence of diarrhea incidence at all ages based on diagnoses/symptoms was 4.3%, with the highest province being Central Papua Province (16.1%). The purpose of this study was to analyze factors (individual and environmental characteristics) associated with the incidence of diarrhea in Central Papua Province. The study used a cross sectional research design using the Indonesian Health Survey data in 2023 and the sample size was 5,408 respondents. Data analysis used chi square test and predictive model logistic regression. The results showed that there was a relationship between residence (5,36; 3,01-9,54), hand washing behavior (2,84; 1,49-5,42), drinking water source (3,43; 1,13-10,37), physical quality of drinking water (3,26; 1,17-9,07), waste management (3,41; 1,21-9,59), sanitation facilities (15,43; 4,25-56,03), waste disposal (2,98; 1,42-6,19), and hand washing facilities (6,97; 3,94-12,33) with the incidence of diarrhea. Physical quality of drinking water (3,26; 1,14-9,28) is the most dominant variable for the incidence of diarrhea in Central Papua Province.