Abstrak
Kehamilan remaja adalah penyebab kekhawatiran publik yang besar di Tanzania, karena empat dari setiap lima gadis berusia antara 15 hingga 19 tahun menghadapi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendidikan perempuan sebagai prediktor kehamilan remaja, dengan fokus pada peran pendidikan selama kehamilan dalam menentukan posisi sosial-ekonomi serta keyakinan budaya. Dengan menggunakan Survei Kesehatan Demografi Tanzania (TDHS) 2022-2023, analisis kuantitatif dengan analisis multivariat dilakukan untuk menentukan korelasi pendidikan dengan kehamilan remaja, dengan mengendalikan variabel pengganggu. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi berhubungan dengan penurunan angka kehamilan remaja, dengan rasio odds yang disesuaikan untuk pendidikan menengah atau lebih tinggi adalah 0.185 dibandingkan dengan pendidikan dasar. Selain itu, status pekerjaan terkini (OR = 1.599), tempat tinggal (OR = 0.627), dan konsumsi alkohol (OR = 2.475) memiliki hubungan yang signifikan dengan kehamilan remaja. Berdasarkan hasilnya, studi ini menyimpulkan bahwa intervensi untuk mengatasi hambatan-hambatan seperti kemiskinan dan budaya adalah perlu untuk memperluas akses pendidikan bagi perempuan dan pada akhirnya mencegah kehamilan remaja serta konsekuensi yang lebih sehat di masyarakat di Tanzania.
Teenage pregnancy is a cause of great public concern in Tanzania since four out of every five girls between the ages of 15 and 19 live with this problem. This study aims to explore education for women as a predictor of teen pregnancy, with a focus on the role of education during pregnancy about socio-economic standing as well as cultural beliefs. With the use of the Tanzanian Demographic Health Survey (TDHS) 2022-2023, quantitative analysis with multivariate analysis to determine the correlation of education with teenage pregnancy, controlling for confounding variables, was performed. Results indicate that higher education levels were correlated with lowered rates of teenage pregnancy, with secondary or above adjusted odds ratios being 0.185 as compared to primary. In addition, recent work status (OR = 1.599), residence (OR = 0.627), and alcohol consumption (OR = 2.475) were significantly associated with teen pregnancy. Based on the results, the study concludes that interventions to address such barriers as poverty and culture are necessary to expand girls' access to education to eventually prevent teenage pregnancies and healthier consequences in society in Tanzania.