Abstrak
Transformasi digital telah menjadi topik pembicaraan di era globalisasi. Menurut APJII, tingkat penetrasi Internet di Indonesia terbilang tinggi. Namun, belum dapat mengimbangi peningkatan literasi digital yang memadai. Selain itu, laporan kunjungan peserta di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok menunjukkan bahwa sebanyak 60% peserta mengunjungi loket Layanan Administrasi. Melihat hal tersebut, BPJS Kesehatan melahirkan Layanan Administrasi Digital yang bernama Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pandangan peserta JKN yang berkunjung ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok mengenai kemudahan dan manfaat layanan Pandawa tahun 2025. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang bersifat kuantitatif. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah peserta JKN yang merupakan pengguna layanan Pandawa dan sedang mengunjungi BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok, sebesar 109 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel-variabel yang memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa, adalah variabel usia, pendidikan, perceived ease of use, perceived usefulness, dan attitude, dengan attitude sebagai faktor dominannya. Sementara itu, variabel jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan niat menggunakan layanan Pandawa. Penerimaan pengguna pada layanan Pandawa sudah cukup baik, serta diperlukan untuk peningkatan kualitas layanan sehingga dapat mengoptimalisasikan penerapan layanan Pandawa.
Digital transformation has become a prominent topic in the era of globalization. Despite the growing digital transformation trend, many health service users in Indonesia still prefer face-to-face interactions, indicating a gap in digital literacy and service adoption. In response to this issue, BPJS Kesehatan launched a digital administrative service called Pandawa (Administrative Service via WhatsApp). This study aims to explore the perceptions of JKN participants who visited the BPJS Kesehatan, Depok Branch Office in 2025, focusing on the perceived ease of use and usefulness of the Pandawa service. The research employs a quantitative approach using the Technology Acceptance Model (TAM) through a cross-sectional study design. The secondary data used in this study consists of participant visits to the BPJS Kesehatan Depok Branch Office in 2024. Primary data will also be needed through distributed questionnaires. The sample consists of 109 JKN participants who are users of the Pandawa service and visited the BPJS Health Depok office during the study, conducted in February 2025. The multivariate analysis shows that age, education, perceived ease of use, perceived usefulness, and attitude are significantly related to the intention to use the Pandawa service, with attitude being the dominant factor. Meanwhile, sex does not show a significant relationship to the intention to use the Pandawa service. Overall, user acceptance of the Pandawa service is relatively good, although further improvements in service quality are necessary to optimize its implementation.