Abstrak
Waktu tunggu merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pasien di poliklinik anak dan penyakit dalam RS X pada kuartal IV tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan bulanan dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan rata-rata waktu tunggu adalah 34,23 menit, dengan faktor yang berhubungan secara signifikan yaitu keterlambatan dokter, jenis poliklinik, hari kunjungan, dan jumlah pasien. Variabel jenis poliklinik merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B) sebesar 2,254, yang berarti pasien di poliklinik penyakit dalam berisiko lebih tinggi mengalami waktu tunggu ≥60 menit. Disimpulkan bahwa penguatan kepatuhan terhadap jadwal praktik dokter serta pengelolaan beban pelayanan diperlukan untuk mengurangi lama durasi waktu tunggu.

Waiting time is a crucial indicator in assessing the quality of outpatient services. This study aims to analyze the factors influencing patient waiting time at the pediatric and internal medicine clinics of Hospital X during the fourth quarter of 2024. A cross-sectional design with a quantitative approach was used. Secondary data were obtained from monthly polyclinic reports and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that the average waiting time was 34.23 minutes. Significant factors associated with longer waiting times included doctor delays, clinic type, visit day, and number of patients per doctor. Among these, clinic type was the most dominant factor, with an odds ratio (Exp(B)) of 2.254, indicating that patients in the internal medicine clinic were more likely to experience delays of 60 minutes or more. It is concluded that strengthening adherence to doctors' practice schedules as well as managing service load is necessary to reduce waiting time duration.