Abstrak
Pengelolaan logistik farmasi merupakan tulang punggung yang menunjang keberhasilan dan kelancaran suatu tindakan operasi. Operasi Sectio caesarea (SC) merupakan tindakan operasi yang terbanyak di RS Prikasih dan merupakan prosedur operasi yang sangat penting dan beresiko tinggi karena menyangkut keselamatan 2 (dua) nyawa yaitu nyawa ibu dan bayinya sehingga perlu dipastikan semua faktor pendukung harus optimal dan dalam kondisi prima. Disamping itu, pengelolaan logistik kamar operasi juga sangat berpengaruh pada kondisi kestabilan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memperbaiki dan meringkas alur logistik farmasi pada operasi SC agar lebih efektif dan efisien dengan penerapan konsep lean hospital. Penelitian ini menggunakan metode operational research dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan pada November-Desember 2024 di RS Prikasih dengan melakukan observasi langsung (time motion study) pada seluruh tahapan proses resep operasi SC. Data yang didambil adalah sebanyak 38 tindakan operasi SC (sebelum implementasi) dan 29 tindakan operasi (setelah implementasi intervensi). Pada penelitian ini juga dilakukan wawancara mendalam serta telaah dokumen. Pada kondisi current state didapatkan lead time waktu pelayanan resep operasi SC adalah 121,5 menit dengan rata-rata VAT 41,8 menit dan NVAT 79,7 menit dengan aktivitas NVAT terlama adalah pada tahapan penyerahan obat ke ruangan rawat inap sebesar 53,2 menit (66,7% dari total NVAT). Jenis waste yang memberikan kontribusi besar adalah waiting dan transportation yang sebagian besar terjadi pada proses persiapan obat mulai dari depo farmasi rawat inap hingga proses serah terima ke ruangan rawat inap sebelum digunakan untuk tindakan operasi. Dalam diagram fishbone didapatkan banyak faktor penyebab masalah yang saling berkaitan dimana yang terbanyak pada faktor “methods”. Pada Analisa Five whys didapatkan akar masalah yang multiple yaitu tidak terdapatnya resep operasi standar, alur peresepan yang tidak ringkas, kurangnya ketelitian petugas serta kendala pada proses persiapan/perencanaan obat. Intervensi yang dilakukan yaitu membuat standarisasi paket resep operasi SC, merubah alur persiapan paket operasi, merubah alur pergerakan obat operasi SC langsung ke kamar bedah, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar unit untuk resep operasi melalui group WA serta penerapan metode 5S logistic kamar bedah. Pada kondisi future state condition didapatkan penurunan lead time sebesar 64,7% dengan rata-rata VAT 30 menit dan NVAT 12,9 menit. Hal ini dikarenakan terjadi perubahan alur obat operasi dengan meringkas 2 tahapan kegiatan yaitu tahapan penyerahan obat ke rawat inap dan tahapan pengembalian obat ke ruangan rawat inap. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan penerapan metode lean hospital dapat memperbaiki dan meringkas alur logistic farmasi operasi SC menjadi lebih efektif dan efisien.

Pharmaceutical logistics management is a critical component in the success of surgical procedures, particularly Caesarean Section (SC), the most frequent and high-risk operation at Prikasih Hospital. This study aims to evaluate and streamline the SC pharmaceutical logistics process using the Lean Hospital approach to improve efficiency and effectiveness. This research applied an operational research design with both quantitative and qualitative methods. Data were collected through direct observation (time motion study) involving 38 SC operations before and 29 operations after the intervention. In-depth interviews and document reviews were also conducted. In the initial condition, the average prescription lead time was 121.5 minutes, consisting of 41.8 minutes of Value-Added Time (VAT) and 79.7 minutes of Non-Value-Added Time (NVAT). The dominant types of waste identified were waiting and transportation, especially during drug transfer to inpatient wards. Interventions included standardizing prescription packages, redirecting drug flow directly to the operating room, enhancing communication among units via WhatsApp, and implementing the 5S method. As a result, the total prescription lead time was reduced by 64.7% to 42.9 minutes, with average VAT of 30 minutes and NVAT of 12.9 minutes. The study concludes that Lean Hospital implementation significantly improves and simplifies the SC pharmaceutical logistics flow, leading to greater operational efficiency.