Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia. Kehamilan pada usia remaja diduga menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada balita. Remaja yang menikah dan hamil di usia muda cenderung lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, kekurangan nutrisi, dan komplikasi selama kehamilan. Kondisi-kondisi tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan bayi, termasuk meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi dengan pendekatan cross-sectional, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sebanyak 69.247 responden memenuhi kriteria inklusi dan seluruhnya diambil sebagai sampel penelitian. Analisis dilakukan dengan pendekatan kompleks sampling dan menerapkan pembobotan data. Uji chi-square dan regresi logistik digunakan untuk menganalisis hubungan antara kehamilan remaja dan stunting. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan usia remaja dan kejadian stunting pada anak (p-value= 0,021, OR= 1,261) setelah dikontrol oleh status ekonomi dan berinteraksi dengan tingkat pendidikan. Diperlukan upaya pencegahan kehamilan remaja sebagai bagian dari strategi intervensi penurunan angka stunting di Indonesia. Kata Kunci: kehamilan remaja, stunting, balita, survei kesehatan, Indonesia
Stunting remains a major public health issue in Indonesia. Adolescent pregnancy is suspected to be one of the risk factors contributing to stunting among children under five. Adolescents who marry and become pregnant at an early age are more vulnerable to various health problems, such as anemia, poor nutrition, and pregnancy complications. These conditions may negatively affect the health of their babies, increasing the risk of stunting. This study aimed to analyze the association between adolescent pregnancy and the incidence of stunting among children under five in Indonesia. This research employed a cross-sectional study design using data from the Indonesia Health Survey Data 2023 (Survei Kesehatan Indonesia/SKI). A total of 69,247 respondents met the inclusion criteria and were included as the study sample. Data analysis was conducted using a complex sampling approach with weight adjustments. Chi-square tests and logistic regression were used to examine the relationship between adolescent pregnancy and stunting. The analysis showed a significant association between adolescent pregnancy and stunting (p-value = 0.021; OR = 1.261), after controlling for economic status and examining interaction with educational level. Adolescent pregnancy is significantly associated with an increased risk of stunting in children. Preventing adolescent pregnancy should be considered a key strategy in reducing stunting rates in Indonesia.