Abstrak
Layanan kefarmasian di rumah sakit merupakan suatu sistem kompleks dalam berbagai aspek. Dalam Instalasi Farmasi, efisiensi dan efektivitas layanan akan berpengaruh pada kepuasan dan keselamatan pasien. Penggunaan sistem informasi rumah sakit dapat membantu layanan kefarmasian. Rumah Sakit Permata Serdang menggunakan SIMRS Khanza untuk mendukung layanan kefarmasian rumah sakit dengan mengaplikasikan peresepan dan penginputan bahan medis habis pakai secara digital. Salah satu model yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan SIMRS adalah menggunakan model HOT-Fit yang dikembangkan oleh Yusof et al (2008) yang menempatkan aspek human (manusia), organization (organisasi), technology (teknologi) dan bagaimana ketiga aspek tersebut mempengaruhi manfaat (net benefit) dalam implementasi sebuah sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran evaluasi dan implementasi penggunaan SIMRS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Permata Serdang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data pada 56 responden. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SEM-PLS, penggunaan sistem (p=0,000) dan kepuasan pengguna (p=0,031) dari aspek human berhubungan dengan net benefit, kualitas sistem dari aspek technology memiliki hubungan bermakna dengan aspek human, sedangkan aspek organization baik struktur maupun lingkungan organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap net benefit. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan mengevaluasi feedback dari user untuk menerapkan format sesuai kebutuhan pengguna, investasi dalam infrastruktur IT, serta pembentukan tim IT
Pharmaceutical services in hospitals constitute a complex system in various aspects. In the Pharmacy Installation, the efficiency and effectiveness of services will affect patient satisfaction and safety. The use of hospital information systems can assist pharmaceutical services. Permata Serdang Hospital uses the Khanza Hospital Management Information System (SIMRS) to support pharmaceutical services by applying digital prescription and inputing disposable medical materials. One model used to evaluate the success of SIMRS is the HOT-Fit model developed by Yusof et al. (2008), which places emphasis on the human, organization, and technology aspects and how these three aspects influence the net benefit in the implementation of a system. The purpose of this study is to understand the evaluation and implementation overview of SIMRS usage in the Pharmacy Installation at Permata Serdang Hospital. This research is a cross-sectional study using a questionnaire as a data collection instrument on 56 respondents. Based on data analysis using SEM-PLS, system usage (p=0.000) and user satisfaction (p=0.031) from the human aspect are related to net benefit; system quality from the technology aspect has a significant relationship with the human aspect, whereas the organization aspect, both structure and organizational environment, does not have a significant effect on net benefit.Recommendations include evaluating user feedback to implement formats according to user needs, investing in system quality in internet networks, software, and hardware supporting SIMRS, and forming the IT team.