Abstrak
Latar belakang: Industri layanan kesehatan, terutama sektor rumah sakit swasta, ditandai dengan persaingan yang ketat, meningkatnya biaya operasional, dan meningkatnya ekspektasi terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kemampuan untuk menilai dan meningkatkan kinerja secara akurat sangat penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan sebuah rumah sakit. Salah satu indikator kinerja yang dapat digunakan adalah EBITDA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan EBITDA matriks yang akan digunakan sebagai indikator kinerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. penelitian ini mengkaji berbagai aspek, mulai dari pemahaman sumber daya manusia, kebijakan internal, pelatihan, hingga proses penyusunan matriks yang terintegrasi dalam sistem operasional rumah sakit. Hasil: Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pembentukan matriks EBITDA meliputi variabel input, proses dan output. Variabel input meliputi pengetahuan SDM, kebijakan, pelatihan serta sistem informasi rumah sakit. Variabel proses adalah rangkaian pelatihan berkelanjutan, hingga diperoleh variabel output yaitu matriks EBITDA. Pada pelaksanaan EBITDA matriks dibetuk sebuah tim Operating Control Center (OCC) berperan penting dalam mengelola dan mengawasi pelaksanaan matriks EBITDA. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa EBITDA matriks dapat digunakan sebagai indikator kinerja, namun pada pelaksanaannya akan menghadapi berbagai hambatan. Meskipun demikian, adanya pengetahuan, sikap dan komitment yang baik akan menjadi faktor keberhasilan pencapaian indikator kinerja.
Background: The healthcare industry, especially the private hospital sector, is characterised by intense competition, rising operating costs, and increasing expectations for quality healthcare services. The ability to accurately assess and improve performance is critical to the survival and growth of a hospital. One of the performance indicators that can be used is EBITDA. Objective: This study aims to determine the formation of EBITDA matrix to be used as a performance indicator. Methods: This research uses a qualitative method with a case study approach. This research examines various aspects, ranging from understanding human resources, internal policies, training, to the process of preparing a matrix that is integrated in the hospital's operational system. Results: The research shows that the formation of the EBITDA matrix includes input, process and output variables. Input variables include HR knowledge, policies, training and hospital information systems. The process variable is a series of continuous training, until the output variable is obtained, namely the EBITDA matrix. In the implementation of the EBITDA matrix, an Operating Control Center (OCC) team plays an important role in managing and supervising the implementation of the EBITDA matrix. Conclusion: This research shows that the EBITDA matrix can be used as a performance indicator, but in its implementation it will face various obstacles. Nevertheless, the existence of good knowledge, attitude and commitment will be a success factor in achieving performance indicators.