Abstrak
Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.
Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved.