Abstrak
Prevalensi PTM (Penyakit Tidak Menular) termasuk di dalamnya hipertensi pada tenaga pendidik yaitu guru cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi populasi umum oleh karena faktor-faktor seperti beban kerja yang cukup tinggi, stres yang mempengaruhi pola makan, hingga perilaku tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, status gizi, asupan natrium, asupan lemak, asupan serat, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X tahun 2025. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada tenaga pendidik dan kependidikan Sekolah X Kota Tangerang Selatan pada rentang bulan Mei-Juni sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa angka hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025 sebesar 38,5%. Hasil analisis menemukan hubungan signifikan yang bermakna antara asupan natrium (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), asupan lemak (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), aktivitas fisik (p-value <0,001; OR=66,5(8,33–531,23)), dan kebiasaan merokok (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)) dengan kejadian hipertensi pada tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah X Kota Tangerang Selatan tahun 2025. Oleh karenanya, disarankan para tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengurangi atau membatasi asupan natrium dan lemak, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjauhi kebiasaan merokok.
The prevalence of non-communicable diseases (NCDs), including hypertension, may be higher among educators such as teachers compared to the general population, likely due to factors such as high workload, stress that influences dietary habits, and sedentary behavior at work. This study aims to examine the association between age, sex, family history of hypertension, nutritional status, sodium intake, fat intake, fiber intake, physical activity, and smoking habits with the incidence of hypertension among teaching and educational staffs of X School in the year 2025. This research is a quantitative method with a cross-sectional study design. Data collection was carried out at X School, located in South Tangerang City from May-June 2025 among teaching and educational staffs who met the inclusion and exclusion criteria. Results showed the prevalence of hypertension among the teaching and administrative staff at School X in 2025 was 38,5%. Bivariate analysis revealed significant associations between hypertension and sodium intake (p-value=0,002; OR=8,68(2,17–34,68)), fat intake (p-value<0,001; OR=26,68(3,36–211,93)), physical activity (p-value<0,001; OR=66.5(8,33–531,23)), and smoking habits (p-value<0,001; OR=19,25(5,93–62,49)). Therefore, it is recommended that educators and school staff reduce or limit their intake of sodium and fat, engage in regular physical activity, and avoid smoking to help prevent hypertension.