Abstrak
Pelaporan bahaya merupakan salah satu bentuk kepatuhan perilaku keselamatan kerja yang penting untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. PT X sebagai perusahaan di sektor manufaktur telah menerapkan program safety observation untuk mendorong pelaporan kondisi dan perilaku tidak aman. Namun, hingga awal tahun 2025, tingkat pelaporan masih belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaporan bahaya pada pekerja bagian direktorat operasional PT X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 81 responden yang dipilih. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup variabel predisposisi (usia, masa kerja, sikap, dan persepsi terhadap bahaya), pemungkin (pelatihan), dan penguat (dukungan rekan kerja). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,034), masa kerja (p=0,001), persepsi terhadap bahaya (p<0,001), pelatihan (p=0,019), dan dukungan rekan kerja (p=0,001) dengan kepatuhan pelaporan bahaya. Sebaliknya, sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,318). 


The Safety Observation Program at PT X aims to enhance hazard reporting in the workplace as part of accident prevention and safety culture improvement. However, the level of reporting compliance remains relatively low. This study aims to analyze factors associated with hazard reporting compliance among employees in the operational directorate of PT X. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. A total of 81 respondents were selected through stratified random sampling. Data were collected using an online questionnaire and analyzed using the chi-square test to examine the relationship between independent variables and compliance. The variables studied include predisposing factors (age, length of service, attitude, and risk perception), enabling factor (training), and reinforcing factor (coworker support). The results showed significant associations between hazard reporting compliance and age (p=0.034), length of service (p=0.001), risk perception (p<0.001), training (p=0.019), and coworker support (p=0.001). On the other hand, attitude did not show a significant relationship (p=0.318). These findings highlight the importance of experience, risk awareness, and social support in promoting reporting behavior in the workplace.