Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kesehatan mental (depresi, gangguan kecemasan, dan distress), faktor psikososial, strategi coping stress, dan kerentanan (vulnerability) pada dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan adalah desain studi deskriptif cross sectional dengan metode kuantitatif. Data diperoleh menggunakan metode pengambilan data primer melalui penyebaran kuesioner di Universitas Indonesia dari Mei hingga Juni. Teknik sampling yang digunakan adalah voluntary sampling dengan responden mengisi secara sukarela dan mandiri. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 267 dosen dan 451 tenaga kependidikan. Hasil penelitian pada dosen menunjukkan sebagian besar responden berada pada rentang usia 35–50 tahun (54,3%), berjenis kelamin perempuan (64,8%), berpendidikan terakhir doktor (75,3%), dan memiliki masa kerja 11–20 tahun (36,3%). Sebagian besar responden dosen memiliki kondisi kesehatan normal baik terhadap indikasi depresi (79%), gangguan kecemasan (59,2%), dan distress (85,4%). Selain itu, sebagian besar responden berada pada tingkat kerentanan yang rendah (85%) dan memiliki jenis strategi coping stress dominan berupa problem-focused coping (85,8%). Faktor psikososial yang dipersepsikan memiliki risiko tinggi oleh responden dosen yaitu faktor individu, jadwal kerja, dan beban kerja. Di sisi lain, hasil penelitian pada tenaga kependidikan menunjukkan sebagian besar responden berada pada rentang usia 35–50 tahun (47,7%), berjenis kelamin perempuan (60,5%), berpendidikan terakhir sarjana (60,5%), dan memiliki masa kerja ≤ 10 tahun. Kondisi kesehatan mental pada sebagian besar tenaga kependidikan berada pada tingkat normal dari indikasi depresi (71,2), gangguan kecemasan (52,8%), dan distress (82,3%). Tingkat kerentanan yang dimiliki sebagian besar tenaga kependidikan adalah normal (80%) dan strategi coping stress yang sering digunakan berupa problem-focused coping (85,6%). Faktor psikososial yang dipersepsikan memiliki risiko tinggi oleh responden tenaga kependidikan yaitu pengambilan keputusan, jadwal kerja, dan faktor individu. Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi Universitas Indonesia sebagai pelaksanaan pedoman kesehatan mental dan sebagai tolak ukur untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mengelola kesehatan mental pada dosen dan tenaga kependidikan Universitas Indonesia.


This study aims to analyze the mental health profile (depression, anxiety, and distress), psychosocial factors, stress coping strategies, and vulnerability among lecturers and academic staff at Universitas Indonesia. The study employed a descriptive cross-sectional design with a quantitative approach. Data were collected through a primary data collection method by distributing the questionnaire at Universitas Indonesia from May to June. The sampling technique used was voluntary sampling, with participants completing the questionnaire voluntarily and independently (self-claim). The total numbers of respondents obtained from this study were 267 lecturers and 451 academic staff. The results for lecturers indicate that the majority of the respondents were aged 35–50 years (54,3%), female (64,8%), had a doctoral degree (75,3%), and had a working period of 11–20 years (36,3%). The mental health overview of lecturers shows most of the respondents have normal health conditions to the indications of depression (79%), anxiety (59,2%), and distress (85,4%). In addition, most respondents were categorized as having a low level of vulnerability (85%) and predominantly used problem-focused coping (85,8%) as a dominant type of stress coping strategy. Psychosocial factors perceived as high risk by the respondents are individual factors, work schedule, and workload. On the other hand, the results for academic staff show majority of the respondents were aged 35–50 years (47,7%), female (60,5%), had a bachelor degree (60,5%), and had a working period of ≤ 10 years. Most academic staff also reported normal level indications of depression (71,2%), anxiety (52,78%), and distress (82,3%). The majority exhibited a normal level of vulnerability (80%) and the stress coping strategy often used was problem-focused coping (85.6%). Psychosocial factors perceived as high risk by academic staff respondents were decision making, work schedule, and individual factors. The research findings are expected to be beneficial for Universitas Indonesia in implementing mental health guidelines and serving as a benchmark for taking further steps in managing the mental health of lecturers and academic staff at Universitas Indonesia.