Abstrak
Stunting merupakan salah satu bentuk malnutrisi pada anak yang ditandai oleh gangguan pertumbuhan linear berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia di bawah -2 SD pada standar WHO. DKI Jakarta mengalami kenaikan prevalensi stunting dari 14,8% pada 2022 menjadi 17,3% pada 2023. Hal ini berkaitan dengan tingginya kepadatan penduduk, keterbatasan akses hunian layak, dan kurangnya air bersih yang dapat menyebabkan infeksi berulang dan kekurangan gizi. Berdasarkan data BPS 2023, sebanyak 19,27% rumah tangga di DKI Jakarta tergolong kumuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor balita, keluarga, dan WASH terhadap stunting pada balita usia 0–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Ancol tahun 2024. Desain penelitian ini adalah case control dengan 108 responden, menggunakan kuesioner dan observasi lapangan. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat, dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stunting dengan status gizi, riwayat infeksi, usia ibu, fasilitas buang air besar, pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, dan perilaku mencuci tangan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor dominan terhadap stunting adalah status gizi (p=<0,001; OR=6,85), riwayat infeksi (p=0,004; OR=4,34), pengelolaan sampah (p=0,008; OR=6,35), dan perilaku mencuci tangan (p=0,006; OR=4,04).


Stunting is a form of malnutrition in children characterized by impaired linear growth, defined as height-for-age below -2 SD based on WHO growth standards. DKI Jakarta experienced an increase in stunting prevalence from 14.8% in 2022 to 17.3% in 2023. This condition is associated with high population density, limited access to proper housing, and reduced availability of clean water, which can lead to recurrent infections and chronic malnutrition. According to Indonesia Statistics Agency (BPS) in 2023, 19.27% of households in DKI Jakarta were categorized as slum areas. This study aimed to analyze the influence of child, family, and WASH factors on stunting among children aged 0–59 months in the working area of Ancol Health Center, North Jakarta, in 2024. This study used a case-control design involving 108 respondents, with data collected through questionnaires and field observations. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate tests using multiple logistic regression. Bivariate analysis showed significant associations between stunting and nutritional status, history of infection, maternal age, toilet facilities, wastewater and solid waste management, and handwashing behavior. Multivariate analysis identified four dominant factors: nutritional status (p=<0.001; OR=6.85), history of infection (p=0.004; OR=4.34), waste management (p=0.008; OR=6.35), and handwashing behavior (p=0.006; OR=4.04).