Abstrak
Pemberian makanan pada bayi dan anak merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat. Keragaman Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi salah satu indikator dalam menilai kecukupan gizi bayi 6-23 bulan. Praktik pemberian MPASI beragam ini melibatkan peran besar orang tua/pengasuh. Namun, jika pengetahuan tidak memadai, kurangnya waktu, dan terbatasnya peran orang tua maka pemberian MPASI beragam tidak akan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian MPASI beragam pada bayi usia 6-23 bulan di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase bayi 6-23 bulan di Desa Cibokor yang mendapatkan MPASI beragam yaitu 68,6%. Uji regresi logistik ganda menunjukkan pengetahuan ibu dengan praktik pemberian MPASI beragam pada bayi 6-23 bulan berhubungan signifikan secara statistik setelah dikontrol variabel kunjungan ANC (AOR=5,688; 95% CI: 2,135-15,155). Temuan ini menunjukkan bahwa pelayanan ANC berfungsi secara efektif sehingga Puskesmas dapat lebih meningkatkan edukasi tentang Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), khususnya mengenai keragaman MPASI, melalui peningkatan pemanfaatan layanan perawatan nifas (PNC).


Infant and young child feeding is the main key in promoting healthy growth and development of children. The diversity of complementary foods is one of the indicators in assessing nutritional adequacy of infants aged 6-23 months. Providing diverse complementary foods relies heavily on the active involvement of parents or caregivers. However, inadequate knowledge, time constraints, and limited parental involvement can hinder the optimal provision of diverse complementary foods. This study aimed to examine the relationship between maternal knowledge and the provision of diverse complementary foods for infants aged 6-23 months in Cibokor Village, Cibeber District, Cianjur Regency. The study employed a cross-sectional design with a sample of 105 respondents. The study found that 68,6% of infants aged 6-23 months in Cibokor Village received diverse complementary foods. Logistic regression analysis revelead a statistically significant relationship between maternal knowledge and the provision of diverse complementary foods for infants aged 6-23 months, after controlling for ANC visit variable (AOR=5.688; 95% CI: 2.135-15.155). These findings suggest that the ANC services are functioning effectively. Public Health Center could further enhance maternal education on Infant and Young Child Feeding (IYCF), particularly regarding the diversity of complementary foods, through increased utilization of postnatal care (PNC) services.