Tenaga kesehatan merupakan salah satu profesi yang berisiko mengalami distres, dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor individu, pekerjaan, sosial dan lingkungan kerja. Jika tidak ditangani dengan baik, distres tersebut bisa mengakibatkan gangguan kesehatan, mental dan penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi distres pada tenaga kesehatan di RSUD Cibinong. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dianalis menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistik. Variable dependen tingkat distres dan variabel independen terdiri dari faktor individu, faktor pekerjaan, faktor sosial, dan lingkungan kerja. Periode penelitian bulan April – Mei 2025, responden terdiri dari perawat, bidan, ahli gizi, tenaga kefarmasian, apoteker, dan analis laboratorium di ruangan rawat inap RSUD Cibinong Bogor. Ditemukan bahwa beban kerja dan hubungan interpersonal merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap tingkat distres pada tenaga kesehatan di RSUD Cibinong Bogor, dimana beban kerja yang berat berpeluang 4.2 kali menyebabkan tingkat distres dibandingkan dengan beban kerja yang ringan dan hubungan interpersonal yang baik dapat menurunkan tingkat distres sebesar 78.6%. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan monitoring dan evaluasi terkait beban kerja, memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung untuk meringankan beban kerja, menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan terkait ergonomi, manajemen stres, menyediakan wadah penyampaian aspirasi, keluhan atau masalah interpersonal di tempat kerja secara aman dan rahasia.
Healthcare workers are one of the professions at risk of experiencing distress, which can be caused by several factors such as individual, work, social and work environment factors. If not handled properly, such distress can lead to health and mental disorders and decreased productivity. This study aims to identify factors that influence distress in health workers at Cibinong Hospital. The method used was quantitative research with a cross-sectional study design analyzed using chi-square statistical test and logistic regression. The dependent variable is the level of distress and the independent variables consist of individual factors, work factors, social factors, and work environment. The research period was April - May 2025, the respondents consisted of nurses, midwives, nutritionists, pharmaceutical workers, pharmacists, and laboratory analysts in the inpatient room of the Cibinong Bogor Regional Hospital. Found that workload and interpersonal relationships are the risk factors that most influence the level of distress in healthcare workers at Cibinong Bogor Regional Hospital, where heavy workload has a 4.2 times chance of causing distress compared to light workload and good interpersonal relationships can reduce the level of distress by 78.6%. Recommendations from this study are to conduct monitoring and evaluation related to workload, facilitate supporting facilities and infrastructure to ease workload, organize ongoing training related to ergonomics, stress management, provide a forum for the delivery of aspirations, complaints or interpersonal problems in the workplace in a safe and confidential manner.