Abstrak
Sejak diberlakukannya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014, pasien peserta JKN yang mencari layanan kesehatan harus mengikuti sistem rujukan berjenjang. Untuk mengakomodir rujukan pasien gawat darurat, Kementerian Kesehatan RI menerapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dan mengembangkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengamanahkan layanan kesehatan rujukan berbasis kompetensi sehingga Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengembangkan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penggunaan sistem informasi rujukan berbasis kompetensi JakConnected di RS Daerah Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian menggunakan studi kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam kepada dua puluh enam narasumber, dan telaah dokumen. Hasil Penelitian menunjukkan penerimaan penggunaan sistem informasi JakConnected lebih baik dibandingkan SISRUTE namun tren penggunaanya semakin menurun. Tidak ada kendala pendanaan, tata kelola, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, maupun dukungan manajemen. Persepsi kebermanfaatan dan kemudahan sistem baik namun niat perilaku pengguna perlu ditingkatkan. Perlu perbaikan manajemen SDM dan penguatan regulasi untuk meningkatkan penggunaan sehingga dapat memberikan user experience terhadap sistem yang lebih baik.
Since the implementation of the National Health Insurance (JKN) system in 2014, JKN participants seeking health services must follow a tiered referral system. To accommodate emergency referrals, the Indonesian Ministry of Health has implemented the Integrated Emergency Response System (SPGDT) and developed the Integrated Referral System (SISRUTE). Law No. 17 of 2023 mandates competency-based referral healthcare services, prompting the Jakarta Provincial Health Office to develop the competency-based referral information system JakConnected. This study aims to assess the acceptance of the JakConnected competency-based referral information system at regional hospitals in the Jakarta Provincial Government. The research design employs a qualitative study with descriptive analysis. Data collection methods included observation, in-depth interviews with twenty-six informants, and document review. The research findings indicate that the acceptance of the JakConnected system is better than SISRUTE, but its usage trend is declining. There are no funding, governance, infrastructure, or management support issues. Perceptions of the system's usefulness and ease of use are positive, but users' behavioural intentions need to be improved. Improvements in human resource management and strengthened regulations are needed to increase usage, thereby enhancing the user experience with the system.