Abstrak

Penggunaan kondom di Indonesia masih sangat rendah meskipun tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kontrasepsi ini cukup tinggi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada kelompok berpendidikan tinggi, termasuk mahasiswa pascasarjana. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kesetaraan gender, afeksi, dan kognisi terhadap intensi penggunaan kondom pada mahasiswa pria pascasarjana Universitas Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan 251 responden yang dipilih melalui teknik sampel sukarela. Data dikumpulkan secara daring menggunakan instrumen Condom Use Attitude Scale (CUAS) dan Gender Equitable Men Scale (GEMS), lalu dianalisis dengan regresi multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afeksi, kognisi, rumpun ilmu, dan status pekerjaan berhubungan signifikan dengan intensi penggunaan kondom. Kesetaraan gender tidak terbukti berhubungan langsung, namun tetap relevan dalam memengaruhi dinamika sikap. Faktor afeksi merupakan prediktor dominan, menegaskan bahwa aspek emosional lebih kuat memengaruhi intensi dibandingkan aspek kognitif. Temuan ini menekankan pentingnya strategi promosi kesehatan reproduksi yang menyeimbangkan pendekatan rasional dan emosional serta mempertimbangkan latar belakang sosial-akademik mahasiswa untuk meningkatkan keterlibatan pria dalam penggunaan kontrasepsi.


Condom use in Indonesia remains very low despite the population’s high level of  knowledge about this contraceptive method. A similar condition is found among highly  educated groups, including postgraduate students. This study aimed to analyze the role  of gender equality, affect, and cognition on condom use intention among male  postgraduate students at Universitas Indonesia. A cross-sectional design was applied,  involving 251 respondents selected through voluntary sampling. Data were collected  online using the Condom Use Attitude Scale (CUAS) and the Gender Equitable Men Scale  (GEMS), and analyzed with multivariable regression. The findings revealed that affect,  cognition, academic discipline, and employment status were significantly associated with  condom use intention. Gender equality was not directly significant but remained relevant  in shaping attitudes. Affect emerged as the dominant predictor, indicating that emotional  factors influence intention more strongly than cognitive aspects. These results highlight  the need for reproductive health promotion strategies that balance rational and  emotional approaches while considering students socio-academic backgrounds to  strengthen male participation in contraceptive use.