Abstrak
Implementasi Sistem Manajemen Budaya Keselamatan di Pertamina masih perlu dilakukan formulasi yang paling optimum. Hasil pengukuran Budaya Keselamatan (Safety Maturity Level), serta integrasi dengan sistem SUPREME yang ada di Pertamina dalam mencapai tingkat kematangan budaya keselamatan yang diinginkan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan: penentuan korelasi antara proses SUPREME dan elemen budaya keselamatan, analisis kuantitatif terhadap data audit SUPREME dan survei budaya keselamatan, serta pengembangan model integrasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan proses SUPREME secara simultan terhadap nilai budaya keselamatan. Secara khusus, proses 2 (Kebijakan dan Sasaran) dan proses 5 (Perencanaan dan Prosedur) memiliki pengaruh signifikan terhadap budaya keselamatan. Nilai adjusted R square sebesar 35,6% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi budaya keselamatan dapat dijelaskan oleh penerapan SUPREME. Model integrasi yang dihasilkan dapat menjadi panduan untuk mempermudah penerapan sistem manajemen keselamatan menuju budaya keselamatan yang matang. Studi ini juga merekomendasikan evaluasi teknik proses keselamatan di masa mendatang untuk menilai keandalan, ketersediaan, dan kemampuan perawatan peralatan yang digunakan dalam operasi produksi.

The implementation of the Safety Culture Management System at Pertamina still requires an optimal formulation. This study examines the results of Safety Culture (Safety Maturity Level) assessments and their integration with Pertamina’s existing SUPREME system to achieve the desired level of safety culture maturity. The research was conducted in three stages: identifying the correlation between SUPREME processes and safety culture elements, conducting quantitative analysis of SUPREME audit data and safety culture surveys, and developing an integration model. Regression analysis shows that SUPREME processes, when considered together, have a significant influence on safety culture scores. In particular, Process 2 (Policies and Targets) and Process 5 (Planning and Procedures) show a statistically significant impact. The adjusted R square value of 35.6% indicates that a considerable portion of the variation in safety culture can be explained by SUPREME implementation. The proposed integration model can serve as a practical guide to support the application of safety management systems in achieving a mature safety culture. This study also recommends future evaluations of process safety engineering to assess the reliability, availability, and maintainability of equipment used in production operations.