Abstrak
Stunting didefinisikan sebagai kondisi perawakan pendek atau sangat pendek akibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak dimana anak memiliki panjang/tinggi badan menurut usia kurang dari (-2) Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan anak di awal kehidupan, secara khusus pada usia 1.000 (seribu) hari pertama kehidupan. Gangguan pertumbuhan ini dapat menyebabkan gangguan fungsional yang parah pada anak yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronik yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor antara lain, kemiskinan, asupan nutrisi dan kesehatan ibu yang buruk, pemberian makanan pada balita yang tidak tepat dan lain-lain. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak usia balita 0-59 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Tomata Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah. Kriteria inklusi pada kasus yang dimaksud adalah semua balita umur 0-59 bulan yang menderita stunting dan berdomisili di 6 (enam) desa wilayah kerja UPT Puskesmas Tomata, dan terdata sebagai sasaran penetapan prioritas percepatan penanggulangan stunting tahun 2024 oleh Pemerintah Kabupaten Morowali Utara. Instrumen penelitian ini menggunakan desain case-control (kasus-kontrol) dan menggunakan data primer dari lokasi penelitian di wiayah kerja UPT Puskesmas Tomata Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui uji regresi logistik melalui analisis multivariat diperoleh informasi bahwa BBLR (OR = 8.28, 95% CI = 2.83 – 24.29, P value < 0.001) merupakan faktor risiko yang paling signifikan berdasarkan statistik
Stunting is defined as a condition of short or very short stature due to stunted growth and development of children where the child has a length/height according to age of less than (-2) Standard Deviation (SD) on the child's growth curve in early life, specifically in the first 1,000 (one thousand) days of life. This growth disorder can cause severe functional disorders in children which will ultimately affect the quality of human resources. Stunting is caused by chronic malnutrition which can be caused by various factors including poverty, poor nutritional intake and maternal health, , improper feeding practices of infants and many more. The purpose of this study was to determine the the factors of the incidence of stunting of stunting in toddlers aged 0-59 months in the working area of the Tomata Health Center, North Morowali Regency, Central Sulawesi Province. The inclusion criteria in the case in question were all toddlers aged 0-59 months who suffered from stunting and domiciled in 6 (six) villages in the working area of the Tomata Health Center, and were recorded as targets for the determination of priority for accelerating stunting control in 2024 by the North Morowali Regency Government. This research instrument used a case-control design and used primary data from the research location in the working area of the Tomata Health Center, North Morowali Regency, Central Sulawesi Province. Through logistic regression testing with multivariate analysis, we had obtained that Low Birth Weight (OR = 8.28, 95% CI = 2.83 – 24.29, P value < 0.001) is the most significant factor statisically.