Abstrak
Diare merupakan penyakit menular yang sangat banyak ditemukan khusus nya pada negara berkembang, Diare menyebabkan kondisi individu yang terinfeksi mengalami perubahan peningkatan frekuensi buang air besar dengan kekentalan yang sangat cair. Penyakit diare di kota depok menjadi 10 penyakit dengan angka terbanyak berjumlah 17,985 kasus dan merupakan penyakit menular berbasis lingkungan yang cukup sering dijumpai di kota Depok. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan program sanitasi lingkungan berbasis masyarakat ( stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair serta kasus diare berdasarkan kategori umur dengan jumlah kasus diare di kota depok pada tahun 2022-2024. Penelitian ini menggunakan studi ekologi dengan menganalisis menggunakan uji korelasi antar variabel. Pada hasil penelitian ini didapatkan terdapat hubungan yang bermakna pada variabel CTPS (r=-0,948), PAMMRT (r=-0,404), PSRT (r=-0,436), PLCRT (r=-0,307) dan terdapat hubungan yang kuat dan bermakna pada variabel semua umur (r=0,704) dan balita (r=0,599), Sedangkan pada variabel STOP BABS memiliki angka yang konstan karna tidak ada variasi dalam data tersebut. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa CTPS,PAMMRT,PSRT,PCLRT memiliki hubungan yang tidak searah,pada kategori umur dan balita memiliki hubungan yang searah namun pada variabel STOP BABS tidak ditemukan adanya hubungan yang berkesinambungan dengan jumlah kejadian diare.
Diarrhea is a highly prevalent infectious disease, particularly in developing countries. It causes an increase in the frequency of bowel movements and a very watery consistency in infected individuals. Diarrhea is among the 10 most prevalent diseases in Depok, with 17,985 cases. It is a highly prevalent environmental infectious disease in the city. This study aims to analyze the relationship between the implementation of community-based environmental sanitation programs (stop open defecation, washing hands with soap, household food and beverage management, household waste management, liquid waste management and diarrhea cases based on age categories with the number of diarrhea cases in Depok City in 2022-2024. This study uses an ecological study by analyzing using a correlation test between variables. The results of this study found that there was a significant relationship in the CTPS variable (r = -0.948), PAMMRT (r = -0.404), PSRT (r = -0.436), PLCRT (r = -0.307) and there was a strong and significant relationship in the variables of all ages (r = 0.704) and toddlers (r = 0.599), while the STOP BABS variable had a constant number because there was no variation in the data. The conclusion of this study is that CTPS, PAMMRT, PSRT, PCLRT have a non-unidirectional relationship, in the age category and toddlers have a unidirectional relationship but in the STOP BABS variable there was no significant relationship. continuous with the number of diarrhea incidents.