Abstrak
Latar Belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia dan di Indonesia, dengan prevalensi yang cukup tinggi terutama pada kelompok usia lanjut. PMN Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung sebagai rumah sakit rujukan nasional memiliki jumlah kasus katarak yang besar, sehingga penting untuk mengetahui distribusi kasus berdasarkan karakteristik pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medis pasien katarak di RS Mata Cicendo Bandung. Populasi penelitian adalah seluruh pasien katarak yang tercatat pada Periode September – Desember 2024 dengan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pekerjaan, tingkat pendidikan, status psikologi, status mental, status sosial ekonomi hubungan pasien dengan keluarga, riwayat hipertensi, serta riwayat diabetes mellitus. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian diharapkan menunjukkan distribusi kasus katarak yang lebih banyak pada kelompok usia ≥50 tahun, dengan proporsi lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan dibandingkan laki-laki. Sebagian besar pasien berasal dari wilayah Jawa Barat, dan terdapat variasi jumlah kasus setiap bulan. Kesimpulan: Distribusi kasus katarak di RS Mata Cicendo Bandung Periode September – Desember 2024 lebih dominan pada kelompok usia lanjut dan perempuan, dengan mayoritas pasien berasal dari Jawa Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan pelayanan kesehatan mata, khususnya dalam penanggulangan katarak.

Introduction: Cataract is the leading cause of blindness worldwide and in Indonesia, with a high prevalence particularly among the elderly population. PMN Cicendo National Eye Hospital Bandung, as a national referral eye hospital, manages a large number of cataract cases; therefore, it is important to identify the distribution of cases based on patient characteristics. Methods: This study employed a descriptive quantitative design using secondary data obtained from the medical records of cataract patients at Cicendo National Eye Hospital Bandung. The study population included all cataract patients recorded during the period of September–December 2024, using a total sampling technique. The variables analyzed comprised age, sex, family history, occupation, educational level, psychological status, mental status, socioeconomic status and family support, history of hypertension, and history of diabetes mellitus. Data were analyzed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. Results: The results were expected to demonstrate that cataract cases were more prevalent among patients aged ≥50 years, with a higher proportion in females compared to males. Most patients originated from West Java, and variations in the number of cases were observed across the study months. Conclusion: The distribution of cataract cases at Cicendo National Eye Hospital Bandung during the period of September–December 2024 was predominantly found among the elderly population and females, with the majority of patients originating from West Java. These findings are expected to serve as a basis for planning eye health services, particularly in cataract management. l