Abstrak
Latar belakang: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pencegahan kehamilan berisiko. Wanita usia subur pascapersalinan sectio caesarea merupakan kelompok yang memerlukan pengaturan jarak kehamilan yang optimal, namun pemanfaatan MKJP pada kelompok ini masih belum optimal di Indonesia dan berkaitan dengan perbedaan faktor sosiodemografi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi yang bersalin Sectio Caesarea dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil: Proporsi penggunaan MKJP pada wanita usia subur yang melahirkan melalui sectio caesarea sebesar 51,3%. Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan signifikan (p<0,001) pada usia reproduksi berisiko (OR=2,45; 95% CI: 2,27–2,65), tingkat pendidikan (OR=0,59; 95% CI: 0,53–0,65), pekerjaan (OR=1,39; 95% CI: 1,29–1,49), paritas (OR=2,60; 95% CI: 2,37–2,85), tempat tinggal (OR=0,83; 95% CI: 0,77–0,89), kepemilikan jaminan kesehatan (OR=0,75; 95% CI: 0,67–0,84) dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan: Faktor sosiodemografi wanita usia 15-49 tahun yang bersalinan sectio caesarea berhubungan signifikan secara statistik dengan penggunaan MKJP di Indonesia, di mana wanita usia subur yang melahirkan melalui Sectio Caesarea memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan MKJP.

Background: The use of long-term contraception methods is an important strategy in preventing risky pregnancies. Women of childbearing age who have undergone cesarean section are a group that requires optimal spacing between pregnancies, but the use of long-term contraception methods in this group is still not optimal in Indonesia and is related to differences in sociodemographic factors. Objective: To determine the relationship between sociodemographic factors of women who gave birth via cesarean section and the use of long-acting contraceptive methods in Indonesia. Methods: This study is a quantitative cross-sectional study using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Results: The proportion of LCM use among women of reproductive age who gave birth via cesarean section was 51.3%. Bivariate analysis showed a significant association (p<0.001) with reproductive age at risk (OR=2.45; 95% CI: 2.27–2.65), education level (OR=0.59; 95% CI: 0.53–0.65), occupation (OR=1.39; 95% CI: 1.29–1.49), parity (OR=2.60; 95% CI: 2.37–2.85), place of residence (OR=0.83; 95% CI: 0.77–0.89), and health insurance coverage (OR=0.75; 95% CI: 0.67–0.84) with the use of long-term contraceptive methods. Conclusion: Sociodemographic factors of women aged 15-49 years who gave birth by cesarean section were statistically significantly associated with the use of long-acting reversible contraception in Indonesia, where women of childbearing age who gave birth by cesarean section were more likely to use long-acting contraceptive methods.