Abstrak
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan beban kesehatan global yang terus meningkat, di mana jumlah penderita diproyeksikan mencapai 853 juta pada tahun 2050 serta memberikan dampak ekonomi yang masif. Di Indonesia, prevalensi DM terus melonjak hingga mencapai 8,5% pada 2018, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan beban kasus yang signifikan. Meskipun lingkungan akademik memiliki akses informasi dan layanan kesehatan yang lebih baik, faktor risiko seperti stres kerja dan gaya hidup urban tetap mengancam kesehatan metabolik civitas akademika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada civitas akademika Universitas Indonesia di Klinik Satelit UI Makara tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan data rekam medis Klinik Satelit UI Makara Kota Depok tahun 2023–2024 dengan desain studi cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi DM pada populasi ini tergolong rendah, yakni sebesar 0,7%. Penelitian ini menunjukkan bahwa usia ≥45 tahun dan status hipertensi tidak terkontrol merupakan faktor prediktor utama yang secara signifikan meningkatkan risiko kejadian DM pada civitas akademika. Meskipun terdapat keterbatasan data pada beberapa variabel modifikasi, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan intervensi preventif dan pemantauan kesehatan rutin, terutama bagi kelompok usia lanjut dan penderita hipertensi di lingkungan kampus, guna menekan risiko penyakit metabolik di masa depan
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with a growing global health burden, with the number of sufferers projected to reach 853 million by 2050 and a massive economic impact. In Indonesia, the prevalence of DM continues to rise, reaching 8.5% in 2018, with West Java Province being one of the regions with a significant burden of cases. Although the academic environment has better access to information and health services, risk factors such as work stress and urban lifestyles continue to threaten the metabolic health of the academic community. This study aims to identify risk factors associated with the incidence of DM among the academic community of the University of Indonesia at the UI Makara Satellite Clinic City from 2023 to 2024. This study used medical record data from the UI Makara Satellite Clinic in Depok City from 2023 to 2024 with a cross-sectional study design. Data analysis was performed using the chi-square test and logistic regression. The results showed that the prevalence of DM in this population was low, at 0.7%. This study shows that age ≥45 years and uncontrolled hypertension are the main predictors that significantly increase the risk of DM among the academic community. Despite data limitations in several modifying variables, these findings emphasize the importance of strengthening preventive interventions and routine health monitoring, especially for the elderly and hypertensive individuals on campus, to reduce the risk of metabolic diseases in the future.