Abstrak
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Meskipun lebih sering ditemukan pada usia lanjut, kejadian DM Tipe 2 juga semakin banyak dijumpai pada usia produktif. Perbedaan karakteristik faktor risiko antar kelompok usia perlu dikaji untuk mendukung upaya pencegahan yang lebih tepat sasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi diabates melitus pada penduduk usia ≤40 tahun dan menggambarkan faktor risiko Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 pada penduduk usia ≤40 tahun dan >40 tahun di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Populasi penelitian adalah penduduk yang terdiagnosis DM Tipe 2. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan distribusi variabel, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil: Prevalensi DM Tipe 2 pada penduduk usia ≤40 tahun adalah sebesar 5,7%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jenis kelamin, obesitas, hipertensi, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan manis dengan kategori umur penderita DM Tipe 2. Sementara itu, konsumsi minuman manis, konsumsi buah dan sayur, serta konsumsi minuman beralkohol tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Kejadian DM Tipe 2 menunjukkan perbedaan karakteristik faktor risiko antara kelompok usia. Upaya pencegahan dan pengendalian DM Tipe 2 perlu disesuaikan dengan karakteristik kelompok usia

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a non-communicable disease with a steadily increasing prevalence in Indonesia. Although it is more commonly found among older adults, T2DM is increasingly detected in the productive-age population. Differences in risk factor characteristics across age groups need to be examined to support more targeted prevention efforts. Objective: This study aimed to describe the prevalence of diabetes melitus among people aged ≤40 years and describe the risk factors of Type 2 Diabetes Mellitus among the Indonesian population aged ≤40 years and >40 years. Methods: This study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. The study population consisted of individuals diagnosed with Type 2 Diabetes Mellitus. Univariate analysis was used to describe variable distributions, while bivariate analysis was conducted using the Chi-Square test and Prevalence Odds Ratio (POR). Results: The prevalence of T2DM among individuals aged ≤40 years is 5.7%. Statistically significant associations were found between age category and sex, obesity, hypertension, physical activity, and excessive consumption of sugary foods. In contrast, sugary beverage consumption, fruit and vegetable intake, and alcohol consumption were not significantly associated. Conclusion: The occurrence of T2DM shows differences in risk factor characteristics between age groups. Therefore, prevention and control strategies for T2DM should be tailored to specific age group characteristics.