Abstrak
Diare termasuk salah satu permasalahan kesehatan utama yang membutuhkan perhatian serius, terutama pada kelompok rentan seperti balita. Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi yang turut memberikan kontribusi terhadap angka kejadian diare nasional pada balita dengan prevalensi sebesar 5,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengelolaan air rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di wilayah perkotaan dan perdesaan Provinsi Kalimantan Selatan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan besar sampel 1.141 balita. Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, uji chi-square, dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber air minum memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada balita di wilayah perkotaan (p=0,049; OR=4,543). Sementara itu, sumber air bersih, pengolahan air minum, dan wadah penyimpanan air minum, status gizi, dan status imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Setelah dikontrol oleh status gizi dan status imunisasi, hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengelolaan air rumah tangga dengan kejadian diare pada balita. Variabel sumber air minum merupakan variabel yang paling mendekati signifikan, tetapi pada tahap pemodelan akhir tetap tidak bermakna secara statistik. Oleh karena itu, penting untuk tetap memperkuat upaya promotif dan preventif melalui peningkatan akses air minum aman, edukasi pengelolaan air rumah tangga, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan kesehatan balita secara berkelanjutan.
Diarrhea is one of the major health problems that requires serious attention, especially among vulnerable groups such as toddlers. South Kalimantan Province is one of the provinces contributing to the national burden of diarrhea among toddlers, with a prevalence of 5.9%. This study aimed to analyze the association between household water management and diarrhea incidence among toddlers in urban and rural areas of South Kalimantan Province using data from the 2023 Indonesian Health Survey. This study used a cross-sectional design with a sample of 1.141 toddlers. Data were analyzed using frequency distribution, chi-square tests, and multiple logistic regression. The results showed that drinking water source was significantly associated with diarrhea incidence among toddlers in urban areas (p = 0,049; OR = 4,543). Meanwhile, clean water source, drinking water treatment, drinking water storage container, nutritional status, and immunization status were not significantly associated with diarrhea incidence in either urban or rural areas. After controlling for nutritional status and immunization status, there was no significant association between household water management and diarrhea incidence among toddlers. Drinking water source was the variable closest to statistical significance; however, it remained statistically insignificant in the final model. In conclusion, this study stated that there was no significant association between household water management and diarrhea incidence in toddlers. Therefore, promotive and preventive efforts should continue to be strengthened through improved access to safe drinking water, household water management education, promotion of clean and healthy living behaviors, and continuous monitoring of child health.