Abstrak
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan pada balita yang prevalensinya mengalami peningkatan. Kondisi ini diperparah oleh tingginya kepadatan penduduk, rendahnya persentase rumah layak huni, serta paparan polutan udara perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan kejadian ISPA pada balita di Provinsi DKI Jakarta menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder SKI. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik balita (usia, jenis kelamin, riwayat BBLR, dan status imunisasi dasar), karakteristik keluarga (pendidikan ibu dan perilaku merokok anggota keluarga), serta kondisi lingkungan rumah (jenis atap, dinding, dan lantai). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara seluruh variabel yang diteliti dengan kejadian ISPA (p > 0,05). Berdasarkan pemodelan multivariat, jenis atap rumah merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian ISPA pada balita. Berdasarkan hasil tersebut mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut dengan melibatkan variabel-variabel lain di luar cakupan studi ini guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita tetap perlu dilakukan dengan pendekatan multisektoral, seperti mengadakan program intervensi rumah layak huni, meningkatkan kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai faktor risiko ISPA, dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a health problem in toddlers whose prevalence is increasing. This condition is exacerbated by high population density, low percentage of habitable houses, and exposure to urban air pollutants. This study aims to analyze the determinants of the incidence of ARI in toddlers in DKI Jakarta Province using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). This study used a cross-sectional design with secondary SKI data. The variables studied included toddler characteristics (age, gender, history of low birth weight, and basic immunization status), family characteristics (maternal education and smoking behavior of family members), and home environmental conditions (type of roof, walls, and floors). The results of the analysis showed no statistically significant relationship between all studied variables and the incidence of ARI (p > 0.05). However, based on multivariate modeling, the type of roof is the most dominant factor in the incidence of ARI in toddlers. These results indicate the need for further research involving other variables beyond the scope of this study to obtain a more comprehensive picture. Therefore, efforts to prevent and control ARI in toddlers still require a multisectoral approach, such as implementing a habitable housing intervention program, increasing community education on various ARI risk factors, and promoting clean and healthy living habits.