Abstrak
Prevalensi gangguan depresi dan kecemasan (anxiety) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan berkontribusi terhadap beban penyakit. Tingkat utilisasi pasien penderita depresi masih cukup rendah yang mana akan berdampak pada relaps di Indonesia (kambuh) dan penurunan kualitas hidup secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta faktor – faktor yang berhubungan dengan utilisasi pelayanan kesehatan RJTL peserta JKN usia dewasa (18 – 59 tahun) penderita depresi dengan komorbid anxiety tahun 2024. Desain penelitian potong lintang dengan menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025. Peserta JKN penderita depresi dengan komorbid anxiety melakukan utilisasi tidak rutin (≤ 4 kali) sebesar 73,4%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p value < 0,05) pada variabel usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, status perkawinan, segementasi peserta, regional FKRTL serta tipe dan kepemilikan FKRTL. Faktor utama yang berhubungan adalah tipe FKRTL RS Kelas B (OR = 3,449; 95% CI = 2,293 – 5,188) dan kategori usia dewasa pra lansia ( OR = 1,957; 95% CI = 1,793 – 2,136). Utilisasi layanan RJTL oleh penderita depresi dengan komorbid anxiety di Indonesia masih belum optimal secara nasional meskipun akses layanan melalui skema JKN telah tersedia yang menunjukkan bahwa banyak pasien tidak mendapatkan pemantauan secara konsisten. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko relaps (kambuh) dan penurunan kualitas hidup pasien secara signifikan.
The prevalence of depression and anxiety disorders continues to increase every year and contributes to the burden of disease. The level of healthcare utilization among patients with depression is still relatively low, which may lead to relapse and a significant decline in quality of life in Indonesia. This study aimed to describe and identify the factors associated with the utilization of referral outpatient healthcare services among adult JKN participants (18–59 years old) with depression and comorbid anxiety in 2024. This study used a cross-sectional design with the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data. Among JKN participants with depression and comorbid anxiety, 73.4% utilized healthcare services irregularly (≤ 4 visits). Bivariate analysis showed significant relationships (p-value < 0.05) between healthcare utilization and the variables of age, gender, family relationship, marital status, participant segmentation, FKRTL regional classification, as well as the type and ownership of FKRTL. The main associated factors were Class B hospitals (OR = 3.449; 95% CI = 2.293–5.188) and pre-elderly adult age group (OR = 1.957; 95% CI = 1.793–2.136). The utilization of referral outpatient healthcare services by patients with depression and comorbid anxiety in Indonesia is still not optimal at the national level. Although access to healthcare services through the JKN scheme is already available, the level of adherence to routine visits remains low, indicating that many patients do not receive consistent monitoring. This condition may increase the risk of relapse and significantly reduce patients’ quality of life.