Abstrak
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian, terutama di wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta. Namun, kajian mortalitas akibat diabetes melitus berbasis data kematian rutin di tingkat provinsi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tren mortalitas akibat diabetes melitus di Provinsi DKI Jakarta tahun 2020–2025 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah administrasi. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data surveilans kematian Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2020–2025. Sampel penelitian mencakup 17.582 kasus kematian akibat diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan indikator Cause-Specific Death Rate (CSDR) dan 95% confidence interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CSDR tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 34,90 per 100.000 penduduk (95% CI: 33,78–36,04), kemudian menurun pada tahun 2022 menjadi 23,81 (95% CI: 22,89–24,75) dan relatif stabil hingga tahun 2025. Kelompok usia ≥70 tahun memiliki angka kematian tertinggi, perempuan cenderung memiliki nilai CSDR sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki meskipun CI beririsan, serta Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara menunjukkan nilai CSDR relatif tinggi. Mortalitas akibat diabetes melitus di DKI Jakarta masih menunjukkan beban kematian yang tinggi, terutama pada kelompok usia lanjut dan wilayah tertentu. 

Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases contributing to high mortality rates, particularly in urban areas such as Jakarta. However, studies on diabetes mellitus mortality using routine mortality data at the provincial level remain limited. This study aimed to describe mortality trends due to diabetes mellitus in Jakarta Province from 2020 to 2025 based on age, sex, and administrative region. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach utilizing mortality surveillance data from the Jakarta Provincial Health Office from 2020 to 2025. The study sample consisted of 17,582 deaths due to type 1 and type 2 diabetes mellitus that met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate analysis with the Cause-Specific Death Rate (CSDR) indicator and 95% confidence interval (CI). The results showed that the highest CSDR occurred in 2021 at 34.90 per 100,000 population (95% CI: 33.78–36.04), followed by a decline in 2022 to 23.81 (95% CI: 22.89–24.75), and remained relatively stable until 2025. The ≥70 years age group had the highest mortality rate, females tended to have slightly higher CSDR values than males although the CIs overlapped, and East Jakarta, Central Jakarta, and North Jakarta showed relatively high CSDR values compared with other regions. Mortality due to diabetes mellitus in Jakarta remains a substantial public health burden, particularly among older adults and certain regions.