Abstrak
Kecoa merupakan vektor mekanik yang dapat mengontaminasi pangan dan menjadi indikator kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik. Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) di bandara perlu mendapat perhatian karena berperan dalam penyediaan pangan bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi dan berada pada area yang membutuhkan pengawasan sanitasi ketat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik sanitasi karyawan dengan tingkat kepadatan kecoa di TPP Bandara X. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 59 TPP di Terminal Y Bandara X dengan 118 responden karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap, dan praktik sanitasi, observasi langsung praktik sanitasi menggunakan checklist, serta pengukuran kepadatan kecoa menggunakan sticky trap selama 24 jam. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square serta perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik sanitasi berdasarkan kuesioner tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kepadatan kecoa. Sebaliknya, praktik sanitasi berdasarkan observasi berhubungan signifikan dengan tingkat kepadatan kecoa. TPP dengan praktik sanitasi observasional kurang baik memiliki peluang 12,571 kali lebih besar untuk mengalami kepadatan kecoa tinggi dibandingkan TPP dengan praktik sanitasi observasional baik (OR = 12,571; 95% CI = 3,658–43,199; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa praktik sanitasi aktual di lapangan lebih berkaitan dengan kepadatan kecoa dibandingkan praktik yang dilaporkan melalui kuesioner. Pengendalian kecoa perlu difokuskan pada perbaikan sanitasi aktual, penguatan pengawasan, evaluasi program pengendalian vektor secara berkala, dan peningkatan keterlibatan karyawan dalam menjaga sanitasi lingkungan kerja secara konsisten.

Cockroaches are mechanical vectors that could contaminate food and indicate poor environmental sanitation. Food premises in airport areas require particular attention because they provide food services for populations with hight mobility and operate in setting requiring strict sanitation control. This study aimed to analyse the association between employees’ knowledge, attitudes, and sanitation practices and cockroach density in food premises of Airport X. A cross-sectional study was conducted in 59 food premises at Terminal Y of Airport X, involving 118 employee respondents. Data were collected using questionnaires to assess knowledge, attitudes, and sanitation practices, direct observation of sanitation practices using a checklist, and cockroach density measurement using sticky traps installed 24 hours. Data were analysed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test and odds ratio calculation. The result showed that knowledge, attitudes, and questionnaire-based sanitation practices were not significantly associated with cockroach density. In contrast, observed sanitation practices were significantly associated with cockroach density. Food premises with poor observed sanitation practices had 12,571 times higher odds of having cockroach density than those with good observed sanitation practices (OR = 12,571; 95% CI = 3,658–43,199; p < 0,001). These findings suggest that actual sanitation practices are more closely related to cockroach density than practices reported through questionnaires. Cockroach control should focus on improving actual sanitation practices, strengthening supervision, evaluating vector control programs regularly, and increasing employees’ involvement in maintaining workplace sanitation consistently.