Abstrak
Hepatitis A merupakan penyakit peradangan hati oleh virus Hepatitis A yang menular melalui jalur fekal-oral. Diperkirakan terdapat 160,86 juta kasus Hepatitis A di dunia pada tahun 2021. Jumlah kasus hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta berfluktuasi dalam tiga tahun terakhir, dengan 146 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor lingkungan (sumber air minum layak, kualitas air minum, dan sanitasi layak (jamban sehat)) dan faktor sosial (kepadatan penduduk dan permukiman kumuh) dengan kejadian Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Desain studi ekologi dengan unit analisis 43 kecamatan di dan memanfaatkan data sekunder. Rata-rata insidens Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta sebanyak 1,14 kasus/100.000 penduduk. Rata-rata proporsi sumber air minum layak dan sanitasi layak masing-masing sebesar 99,96% dan 99,76%, sedangkan proporsi kualitas air minum tidak memenuhi parameter E.coli sebesar 20%, kepadatan penduduk sebanyak 19,926,93 jiwa/km2, serta proporsi permukiman kumuh 17%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan (sumber air minum layak, kualitas air minum, dan sanitasi layak (jamban sehat)) dan faktor sosial (kepadatan penduduk dan permukiman kumuh) dengan kejadian Hepatitis A di Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemantauan terhadap kelayakan dan kualitas sumber air minum secara berkala serta kolaborasi lintas sektor sebagai upaya pencegahan penyakit menular.
Hepatitis A is an inflammatory liver disease caused by Hepatitis A virus which is transmitted through the faecal-oral route. It is estimated that there were 160,86 million cases of Hepatitis A in the world in 2021. The number of Hepatitis A cases in the Special Capital Region of Jakarta Province fluctuated in the last three years, with 146 cases in 2024. This study aims to analyze the relationship between environmental factors (sources of clean drinking water, drinking water quality, and proper sanitation (healthy latrines)) and social factors (population density and slums area) with the incidence of Hepatitis A in the Special Capital Region of Jakarta Province in 2024. This study uses an ecological study with 43 districts as the unit of analysis and utilizes secondary data. The mean incidence of Hepatitis A was 1,14 cases per 100.000 population. The mean proportion of clean drinking water sources and proper sanitation were 99,96% and 99,76%, while the proportion of drinking water samples not meeting E. coli parameter was 20%, population density was 19.926,93 persons/km2, and the proportion of slum area was 17%. The results indicated no significant relationship between environmental factors (sources of clean drinking water, drinking water quality, and proper sanitation (healthy latrines)) and social factors (population density and slums area) with the incidence of Hepatitis A in the Special Capital Region of Jakarta Province in 2024. Therefore, it is suitability and quality of drinking water sources periodically as well as cross-sector collaboration as an effort to prevent infectious disease.