Abstrak

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia. Paparan Environmental Tobacco Smoke (ETS) atau asap rokok lingkungan merupakan salah satu faktor lingkungan yang diduga berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak melalui proses inflamasi, gangguan sistem imun, serta gangguan absorpsi zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan asap rokok lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Sampel penelitian terdiri atas 2.960 balita di Provinsi Jawa Barat. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian stunting, sedangkan variabel independen utama adalah paparan asap rokok lingkungan yang diukur berdasarkan status merokok, lokasi merokok, dan jumlah rokok per hari. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Prevalensi stunting pada balita sebesar 26,0%. Sebagian besar ayah balita merupakan perokok (76,8%) dan sebanyak 44,8% merokok di dalam rumah. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paparan asap rokok ayah di dalam rumah berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita (POR=1,438; 95%CI: 1,041–1,985). Variabel lain yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting yaitu usia balita (POR=1,451; 95%CI: 1,029–2,046), riwayat BBLR (POR=2,865; 95%CI: 1,493–5,499), riwayat infeksi pencernaan (POR=1,735; 95%CI: 1,021–2,949), dan tingkat pendidikan ibu (POR=1,437; 95%CI: 1,041–1,984). Paparan asap rokok ayah di dalam rumah berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi paparan asap rokok pada anak di lingkungan rumah tangga sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting.


Stunting remains a major public health problem among children under five in Indonesia. Exposure to Environmental Tobacco Smoke (ETS) is considered one of the environmental factors that may contribute to impaired child growth through inflammatory processes, immune dysfunction, and disruption of nutrient absorption. This study aimed to analyze the association between ETS exposure and stunting among children under five in West Java Province in 2023. This study used a cross-sectional design with secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey. The study sample consisted of 2,960 children under five in West Java Province. The dependent variable was stunting, while the main independent variable is exposure to environmental cigarette smoke which is measured based on smoking status, smoking location, and number of cigarettes per day.  Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses. The prevalence of stunting among children under five was 26.0%. Most fathers were smokers (76.8%), and 44.8% of them smoked inside the house. Multivariate analysis showed that paternal smoking exposure inside the house was significantly associated with stunting among children under five (AOR=1.438; 95%CI: 1.041–1.985). Other variables significantly associated with stunting were child age (AOR=1.451; 95%CI: 1.029–2.046), low birth weight history (AOR=2.865; 95%CI: 1.493–5.499), history of gastrointestinal infection (AOR=1.735; 95%CI: 1.021–2.949), and maternal education level (AOR=1.437; 95%CI: 1.041–1.984). Exposure to paternal cigarette smoke inside the house was associated with an increased risk of stunting among children under five. Efforts to reduce children’s exposure to cigarette smoke in the household environment are needed as part of stunting prevention strategies.