Abstrak
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Cinere dengan prevalensi sebesar 21,51%. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah menunjukkan bahwa keberhasilan program suplementasi tidak hanya bergantung pada cakupan distribusi, tetapi juga adanya pemantauan yang terstruktur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, dan perilaku konsumsi TTD pada remaja putri SMP dengan dan tanpa program pemantauan TTD di wilayah kerja Puskesmas Cinere tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif untuk mengevaluasi dampak program pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah yang telah diimplementasikan oleh Puskesmas Cinere sejak November 2025. Sebanyak 100 siswi diambil sebagai sampel menggunakan teknik simple random sampling, terdiri dari 50 siswi dari sekolah dengan program pemantauan TTD dan 50 siswi dari sekolah tanpa program pemantauan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara siswi mengisi kuesioner secara mandiri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan siswi di sekolah dengan program pemantauan memiliki pengetahuan tinggi (90,0% vs 36,7%), sikap positif (53,3% vs 25%), dan kepatuhan konsumsi TTD (51,7% vs 15%) dibandingkan siswi di sekolah tanpa program pemantauan. Berdasarkan, hasil analisis terdapat perbedaan pengetahuan (p<0,001; (RR = 2,455; 95% CI = 1,742–3,459) sikap (p=0,001; RR= 2,133; 95% CI=1,296-3,511)), dan perilaku kepatuhan konsumsi TTD  (p<0,001; RR= 3,444; 95% CI = 1,798–6,599) antara siswi di sekolah yang mendapat program pemantaun dan tidak. Perluasan program PREMIUM TTD di seluruh sekolah wilayah kerja Puskesmas Cinere diperlukan melalui penguatan pemantauan konsumsi TTD secara rutin, edukasi interaktif, pembentukan kader sebaya, serta monitoring dan evaluasi berkala bersama guru UKS dan tenaga kesehatan guna meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri.

Anemia in adolescent girls remains an ongoing public health concern, including in the working area of Puskesmas Cinere, where the prevalence stands at 21.51%. The low compliance with Iron and Folic Acid (IFA) tablet consumption suggests that the success of supplementation programs relies not only on distribution coverage, but also on structured monitoring. Therefore, this study aimed to determine differences in knowledge, attitudes, and IFA consumption behavior among junior high school girls with and without an IFA monitoring program in the Puskesmas Cinere working area in 2026. This study used a retrospective cohort design to evaluate the impact of the Iron Supplementation Tablet monitoring program implemented by the Cinere Community Health Center since November 2025. A total of 100 female students were selected using simple random sampling, consisting of 50 students from schools implementing the monitoring program and 50 students from schools without the program. Data were collected through a self-administered questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that students in schools with the monitoring program had higher knowledge (90.0% vs. 36.7%), more positive attitudes (53.3% vs. 25.0%), and better IFA consumption compliance (51.7% vs. 15.0%) compared to students in schools without the program. Based on the analysis, there were significant differences in knowledge (p<0.001; RR=2.455; 95%CI=1.742–3.459), attitudes (p<0.001; RR=2.133; 95%CI=1.296–3.511), and IFA consumption compliance behavior (p<0.001; RR=3.444; 95%CI=1.798–6.599) between students in schools with and without the monitoring program. Expansion of the PREMIUM TTD program across all schools in the Puskesmas Cinere working area is needed through routine IFA consumption monitoring, interactive education, peer educator development, and periodic monitoring and evaluation involving school health unit (UKS) teachers and health workers to improve IFA consumption compliance among adolescent girls.