Abstrak
Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami oleh perawat dan dapat berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, peningkatan risiko kesalahan medis, serta gangguan terhadap keselamatan pasien. Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Timor-Leste, Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) memiliki tuntutan pelayanan yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko kelelahan kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kelelahan kerja serta menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat di HNGV Dili, Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 245 perawat tetap di HNGV. Kelelahan kerja diukur menggunakan Subjective Self Rating Test (SSRT-IFRC), sedangkan variabel independen yang diteliti meliputi umur, jenis kelamin, status perkawinan, indeks massa tubuh (IMT), kualitas tidur, stres, beban kerja, masa kerja, lama kerja, kepuasan kerja, dan sif kerja. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami kelelahan kerja, dengan 50,2% mengalami kelelahan sedang dan 49,8% mengalami kelelahan berat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa umur (AOR=2,220; 95%CI: 1,186–4,153), kepuasan kerja (AOR=2,123; 95%CI: 1,197–3,764), kualitas tidur (AOR=2,431; 95%CI: 1,265–4,671), dan stres (AOR=8,329; 95%CI: 3,633–19,094) berhubungan secara signifikan dengan kelelahan kerja. Stres merupakan faktor yang paling dominan, di mana perawat yang mengalami stres sedang memiliki risiko 8,3 kali lebih besar mengalami kelelahan kerja berat dibandingkan perawat dengan stres ringan setelah dikontrol oleh variabel lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prevalensi kelelahan kerja pada perawat di HNGV sangat tinggi dan dipengaruhi oleh faktor umur, kepuasan kerja, kualitas tidur, dan stres. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian yang berfokus pada manajemen stres, perbaikan kualitas tidur, dan peningkatan kepuasan kerja untuk mengurangi kelelahan kerja serta meningkatkan kesejahteraan perawat dan keselamatan pasien. Kata kunci: kelelahan kerja, perawat, stres, kualitas tidur, kepuasan kerja, Timor-Leste.

Work fatigue is a common occupational health problem among nurses and may adversely affect the quality of healthcare services, increase the risk of medical errors, and compromise patient safety. As the national referral hospital in Timor-Leste, Hospital Nacional Guido Valadares (HNGV) faces high healthcare demands that may increase the risk of work fatigue among nurses. This study aimed to determine the prevalence of work fatigue and identify factors associated with work fatigue among nurses at HNGV, Dili, Timor-Leste. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 245 permanent nurses working at HNGV. Work fatigue was measured using the Subjective Self Rating Test (SSRT-IFRC). The independent variables included age, sex, marital status, body mass index (BMI), sleep quality, stress, workload, years of service, working hours, job satisfaction, and shift work. Data were analyzed using univariate analysis, Chi-square tests, and multiple logistic regression. The results showed that all respondents (100%) experienced work fatigue, with 50.2% classified as having moderate fatigue and 49.8% as having severe fatigue. Multivariate analysis revealed that age (AOR=2.220; 95%CI: 1.186–4.153), job satisfaction (AOR=2.123; 95%CI: 1.197–3.764), sleep quality (AOR=2.431; 95%CI: 1.265–4.671), and stress (AOR=8.329; 95%CI: 3.633–19.094) were significantly associated with work fatigue. Stress was identified as the most dominant factor, indicating that nurses experiencing moderate stress had 8.3 times greater odds of experiencing severe work fatigue compared with those experiencing mild stress after controlling for other variables. This study concludes that the prevalence of work fatigue among nurses at HNGV is extremely high and is significantly influenced by age, job satisfaction, sleep quality, and stress. Therefore, interventions focusing on stress management, improvement of sleep quality, and enhancement of job satisfaction are recommended to reduce work fatigue and improve nurse well-being and patient safety. Keywords: work fatigue, nurses, stress, sleep quality, job satisfaction, Timor-Leste.