Abstrak
Pendahuluan: . Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar di negara berkembang Masih tingginya unmet need ini patut diduga berkontribusi terhadap landainya penurunan Angka kematian ibu (AKI) dimana program KB merupakan salah satu upaya penurunan AKI. Unmet need KB pada SDKI 2017 masih berada pada angka yang sama dengan SDKI 2012 yaitu 11 persen. AKI dapat disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan oleh ibu. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat mendorong ibu melakukan hal yang tidak aman dalam pelayanan Kesehatan seperti tindakan aborsi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian dianalisis menggunakan complex sample analysis dengan tiga tahap yaitu univariat, bivarat dan multivariat. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan unmet need KB adalah umur, Pendidikan, daerah tempat tinggal. pekerjaan, pengetahuan, jumlah anak ideal, ketersediaan layanan, paparan media massa sedangkan faktor kunjungan kurang signifikan dengan unmet need. Keputusan suami merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap unmet need di Indonesia. Kesimpulan: Faktor yang paling dominan terjadi status unmet need KB pada wanita subur di Indonesia dengan menggunakan data SDKI 2017 adalah faktor persetujuan suami. Factor ini menunjukkan 6.92 kali berisiko lebih besar untuk berstatus unmet need dibandingkan status unmet need dengan responden yang bukan keputusan suami. Hal ini setelah dikontrol dengan variable umur, bekerja, jumlah ideal anak, pengetahuan KB. Saran: Memperkuat KIE yang selama ini dilaksanakan yang dimana belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat utamanya, bahan-bahan edukasi terkait dengan komplikasi, efek samping dan kegagalan serta mengoptimalkan pelayanan KB mobile pada DTPK Kata kunci : unmet need, KB, SDKI

Introduction: Mortality and morbidity in pregnant and childbirth women are a major problem in developing countries still at unmet need, which is to be expected to contribute toward the gradual decline in maternal mortality (aki), where the birth control program is one of the aki decline. The unmet need for KB in 2017 is still at the same number as sdki 2012, which is 11 percent. Aki can be caused by an unwanted pregnancy by the mother. An unwanted pregnancy may lead mothers to unsafe practices in health services such as abortion. Method: this study USES a quantitative approach with a design for a sectional study. Analysis with a complex of specimen analysis with three stages: univariate, bivarat and multivariate. Results: factors related to unmet need birth control are age, education, home territory. Work, knowledge, the ideal number of children, availability of services, media exposure while visiting factors are less significant with unmet need. The decision of husbands is the most influential factor in Indonesia's unmet need. Conclusion: the most dominant factor in the unmet need KB status on fertile women in Indonesia using 2017 resources data is the husband's approval factor. This factor indicates that 6.92 times greater risk of status unmet need than that of unmet need with respondents who are not making a husband. It's being controlled by variables, work, the ideal number of children, birth control. keywords: unmet need, family planning, IDHS