Abstrak
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Barat yang memiliki beban kasus tinggi. Pemanfaatan pelayanan TB di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan dan pencapaian target eliminasi TB. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan utilisasi pelayanan tuberkulosis pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di FKTP Jawa Barat tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2025. Sampel penelitian terdiri atas 724 peserta JKN dengan diagnosis tuberkulosis (ICD-10 A15–A19). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki utilisasi pelayanan TB yang lebih rendah, ditandai dengan frekuensi kunjungan ke FKTP tidak lebih dari dua kali selama tahun 2024. Terdapat hubungan antara usia, status perkawinan, kepemilikan FKTP, jenis FKTP, segmen peserta, status pulang peserta, dan diagnosis tuberkulosis dengan utilisasi pelayanan TB. Peserta yang tidak dirujuk cenderung memiliki frekuensi kunjungan pelayanan TB yang lebih tinggi di FKTP dibandingkan peserta yang dirujuk. Setelah dikontrol dengan variabel lain, status pulang peserta merupakan faktor yang paling berhubungan dengan utilisasi pelayanan TB. Disimpulkan bahwa sebagian besar peserta JKN penderita TB di Jawa Barat memiliki utilisasi pelayanan TB yang lebih rendah dan status pulang peserta merupakan faktor yang paling berhubungan dengan utilisasi pelayanan tersebut.
Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in West Java Province, which has a high burden of TB cases. The utilization of TB services at Primary Health Care Facilities (FKTP) is essential to support treatment success and achieve TB elimination targets. This study aimed to analyze factors associated with tuberculosis service utilization among National Health Insurance (JKN) participants at FKTPs in West Java in 2024. A cross-sectional study design was employed using secondary data from the 2025 BPJS Kesehatan Sample Data. The study sample consisted of 724 JKN participants diagnosed with tuberculosis (ICD-10 A15–A19). Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed that most participants had lower TB service utilization, characterized by no more than two visits to FKTPs during 2024. Significant associations were found between age, marital status, FKTP ownership, type of FKTP, participant segment, discharge status, tuberculosis diagnosis, and TB service utilization. Participants who were not referred tended to have a higher frequency of TB service visits at FKTPs than those who were referred. After controlling for other variables, discharge status was identified as the factor most strongly associated with TB service utilization. In conclusion, most JKN participants with TB in West Java had lower TB service utilization, and discharge status was the factor most strongly associated with such utilization.