Abstrak
Remaja dengan disabilitas intelektual ringan memiliki kerentanan tinggi terhadap risiko kesehatan reproduksi dan kekerasan seksual, sementara kapasitas orang tua sebagai pendidik utama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Edukasi Parent as Teacher (PAT) dan menilai efeknya dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan efikasi diri orang tua dalam memberikan pendidikan seksual kepada remaja dengan disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential exploratory yang terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi pemahaman, hambatan, dan kebutuhan orang tua melalui studi kualitatif dengan wawancara mendalam. Tahap kedua adalah pengembangan model PAT berbasis kebutuhan dengan mengacu pada kerangka ADDIE. Tahap ketiga adalah pengujian efek model melalui desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest pada 50 orang tua, dengan tiga kali pengukuran dan analisis menggunakan General Linear Model Repeated Measures. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kapasitas orang tua yang bermakna pada seluruh variabel (p<0,05). Skor pengetahuan meningkat dari 48,00 menjadi 78,10; skor sikap meningkat dari 64,07 menjadi 91,17; dan skor efikasi diri meningkat dari 58,54 menjadi 91,81 Ukuran efek berada pada kategori besar dengan rentang Partial η² = 0,173–0,365, dan peningkatan bertahan hingga pengukuran tindak lanjut. Model PAT menunjukkan efek positif dalam meningkatkan kapasitas orang tua dan berpotensi menjadi pendekatan pendidikan seksual berbasis keluarga yang terstruktur, kontekstual, dan berkelanjutan bagi remaja dengan disabilitas intelektual ringan.

Adolescents with mild intellectual disabilities are highly vulnerable to reproductive health risks and sexual violence, while the capacity of parents as primary educators remains limited. This study aimed to develop the Parent as Teacher (PAT) Educational Model and evaluate its effect on improving parents’ knowledge, attitudes, and self-efficacy. A mixed-methods approach with a sequential exploratory design was employed, consisting of three stages: exploration of parents’ understanding, barriers, and needs through a qualitative study involving in-depth interviews with informants; development of a needs-based educational model guided by the ADDIE framework; and evaluation of the model’s effect. The quantitative phase used a one-group pretest–posttest quasi-experimental design involving 50 parents, with three measurement points and analysis using General Linear Model Repeated Measures. The results showed a significant improvement in parental capacity across all variables (p<0.05). Knowledge scores increased from 48.00 to 78.10, attitude scores from 64,07  to 91,17, and self-efficacy scores from 58,54 to 91,81. The effect sizes were in the large category, with Partial η² ranging from 0.173 to 0.365, and the improvements were sustained at follow-up. The PAT Educational Model was proven effective in improving parental capacity and has the potential to serve as a structured, contextual, and sustainable family-based approach to sexual education for adolescents with mild intellectual disabilities.