Abstrak
Disertasi ini bertujuan mengembangkan model komprehensif organizational safety resilience (ketahanan keselamatan organisasi) di industri migas yang mengintegrasikan elemen Sistem Manajemen K3 dan Budaya K3 ke dalam safety resilience. Industri migas telah menerapkan Sistem Manajemen K3 dan telah memiliki budaya K3 yang unggul namun demikian industri ini masih mengalami kecelakaan besar yang dapat membahayakan keberlangsungan organisasi sehingga memerlukan pendekatan inovatif agar dapat bertahan menghadapi berbagai macam gangguan dalam bentuk insiden, bencana atau krisis. Pendekatan Organizational Safety Resilience yang mengintegrasikan sistem manajemen K3 dan dan budaya K3 diharapkan dapat memperkuat kemampuan industri migas dalam menghadapi berbagai macam gangguan. Model Organizational safety resilience ini terdiri dari empat kemampuan yaitu respons, monitor, learn dan anticipate dimana setiap kemampuan ini memiliki detil persyaratan yang mencakup elemen sistem manajemen K3 dan budaya K3.
This dissertation focuses on developing comprehensive model of organizational safety resilience for oil and gas industry by integrating Occupational Health and Safety (OHS) management systems and Safety culture into safety resilience concept. Although oil and gas industry has implemented OHS management systems and possesses a strong safety culture, it continues to experience major accidents that threaten organizational sustainability. Organizational safety resilience model that integrates OHS management systems and safety culture is expected to enhance the industry's ability to cope with various disruptions by strengthening four key capabilities; responding, monitoring, learning, and anticipating which integrated with the implementation of OHS management systems and safety culture.