Abstrak
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi di Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi berdasarkan jenis kelamin pada penduduk usia ≥18 tahun di wilayah dengan prevalensi tinggi. Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder skrining Penyakit Tidak Menular dari Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) tahun 2025. Sampel penelitian adalah seluruh populasi eligible sebanyak 27.464 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif, bivariat, dan multivariat menggunakan Stata. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi lebih tinggi pada laki-laki (43,85%) dibandingkan perempuan (42,28%). Pada analisis multivariat, faktor yang berhubungan secara independen dengan kejadian hipertensi pada laki-laki adalah usia, status gizi, konsumsi garam, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan status pernah merokok. Sementara pada perempuan, determinan yang berhubungan adalah usia, status gizi, konsumsi garam, dan aktivitas fisik. Usia merupakan determinan paling kuat pada kedua kelompok, dengan risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Status gizi di luar batas normal dan konsumsi garam berlebih juga konsisten meningkatkan prevalensi hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa determinan hipertensi relatif konsisten antara laki-laki dan perempuan, dengan variasi pada beberapa faktor perilaku. Intervensi pencegahan hipertensi perlu difokuskan pada pengendalian faktor risiko utama, terutama usia lanjut, status gizi, dan konsumsi garam.

Hypertension is a major public health problem with a high prevalence in Palembang City. This study aimed to identify the determinants of hypertension by sex among individuals aged ≥18 years in high-prevalence areas. This study employed a quantitative observational design with a cross-sectional approach using secondary data from Non-Communicable Disease screening in the Sehat IndonesiaKu (ASIK) application in 2025. The sample included all eligible populations, totaling 27.464 respondents. Data were analyzed using descriptive, bivariate, and multivariate methods with Stata.         The results showed that the prevalence of hypertension was higher in males (43,85%) than in females (42,28%). Multivariate analysis indicated that the determinants independently associated with hypertension in males were age, nutritional status, salt consumption, physical activity, fruit and vegetable consumption, and ever smoking status. In females, the associated determinants were age, nutritional status, salt consumption, and physical activity. Age was the strongest determinant in both groups, with increasing risk observed with advancing age. Non-normal nutritional status and excessive salt consumption consistently increased the prevalence of hypertension.          In conclusion, the determinants of hypertension were relatively consistent between males and females, with variations in certain behavioral factors. Hypertension prevention efforts should focus on controlling key risk factors, particularly older age, nutritional status, and salt consumption.