Abstrak
Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia yang memberikan beban signifikan terhadap sistem pelayanan rawat inap di FKRTL. Lama rawat inap (length of stay/LOS) merupakan indikator efisiensi pelayanan sekaligus cost driver utama dalam pembiayaan JKN, tetapi, bukti empiris mengenai hubungannya dengan tingkat keparahan DM dalam skala nasional masih terbatas. Metode: Penelitian analitik Cross - Sectional menggunakan data sekunder Dataset Sampel Reguler FKRTL BPJS Kesehatan tahun 2023. Setelah cleaning dan merging dengan dataset diagnosis sekunder dan kepesertaan, diperoleh 5.512 observasi kunjungan rawat inap pasien DM peserta JKN. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi variabel, lalu, analisis bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney dengan koreksi Bonferroni, uji Spearman, dan Chi-Square untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil: Dari 5.512 observasi, mayoritas memiliki tingkat keparahan ringan (58,51%), dengan rata-rata LOS 4 hari (SD: 2,76). Tingkat keparahan DM berhubungan signifikan dengan LOS (χ² = 472,145; p < 0,0001), dengan median LOS meningkat seiring tingkat keparahan: ringan (3 hari), sedang (4 hari), dan berat (5 hari). Komorbid/diagnosis sekunder juga berhubungan signifikan dengan LOS (χ² = 209,378; p < 0,0001), dimana pasien dengan komorbid memiliki median LOS lebih panjang (4 hari) dibanding tanpa komorbid (3 hari). Tipe FKRTL (χ² = 274,613; p < 0,0001) dan region tarif INA-CBGs (χ² = 84,694; p < 0,0001) juga menunjukkan hubungan signifikan. Sebaliknya, umur, jenis kelamin, dan kelas rawat tidak berhubungan signifikan dengan LOS. Distribusi komorbid berbeda signifikan berdasarkan jenis kelamin (chi² = 56,635; p < 0,0001) dan kelompok umur (chi² = 114,046; p < 0,0001). Kesimpulan: Tingkat keparahan DM, komorbid/diagnosis sekunder, tipe FKRTL, dan region tarif merupakan faktor yang berhubungan signifikan dengan lama rawat inap pasien DM peserta JKN di FKRTL. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi efisiensi pelayanan dan kebijakan pembiayaan INA-CBGs, khususnya dalam pengelolaan pasien DM dengan tingkat keparahan tinggi dan profil komorbid yang kompleks.
Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia, placing a significant burden on the inpatient care system at primary health care facilities (FKRTL). Length of stay (LOS) is an indicator of service efficiency and a major cost driver in the National Health Insurance (JKN) financing system (JKN). However, empirical evidence regarding its relationship with DM severity at a national scale is still limited. Methods: This cross-sectional analytical study used secondary data from the 2023 BPJS Kesehatan Regular Sample FKRTL Dataset. After cleaning and merging with secondary diagnosis and membership datasets, 5,512 observations of inpatient visits for DM patients participating in JKN were obtained. Univariate analysis was used to describe the distribution of variables, followed by bivariate analysis using the Kruskal-Wallis test, Mann-Whitney with Bonferroni correction, Spearman test, and Chi-Square test to examine the relationship between variables. Results: Of the 5,512 observations, the majority had mild severity (58.51%), with a mean LOS of 4 days (SD: 2.76). DM severity was significantly associated with LOS (χ² = 472.145; p < 0.0001), with median LOS increasing with severity: mild (3 days), moderate (4 days), and severe (5 days). Comorbidities/secondary diagnoses were also significantly associated with LOS (χ² = 209.378; p < 0.0001), where patients with comorbidities had a longer median LOS (4 days) than those without comorbidities (3 days). FKRTL type (χ² = 274.613; p < 0.0001) and INA-CBGs tariff region (χ² = 84.694; p < 0.0001) also showed significant associations. In contrast, age, gender, and treatment class were not significantly associated with LOS. The distribution of comorbidities differed significantly by gender (chi² = 56.635; p < 0.0001) and age group (chi² = 114.046; p < 0.0001). Conclusion: DM severity, comorbidities/secondary diagnoses, FKRTL type, and tariff region are factors significantly associated with the length of stay of DM patients participating in JKN at FKRTL. These findings can be the basis for evaluating the efficiency of services and financing policies of INA-CBGs, especially in the management of DM patients with high severity and complex comorbid profiles.