Abstrak
Skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang menjadi beban utama pada layanan kesehatan mental di Indonesia. Hal ini terlihat dari tingginya kebutuhan rawat inap, dan lamanya perawatan, namun data tren pelayanan masih terbatas. Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data klaim BPJS Kesehatan pada fasilitas rujukan tingkat lanjut (FKRTL) tahun 2021–2024. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan tren proporsi dan pola rawat inap, sedangkan uji chi-square membandingkan rawat inap kunjungan skizofrenia dan non-skizofrenia. Dari 1,32 juta kunjungan gangguan kesehatan mental, 40,68% adalah skizofrenia. Proporsi menurun dari 46,52% (2021) menjadi 35,12% (2024), namun jumlah absolut tetap meningkat, terutama pada laki-laki, remaja, peserta PBI, dan kelas rawat III . Pola rawat inap skizofrenia terus meningkat dari 41,59% pada tahun 2021 menjadi 63,56% di tahun 2024. Analisis bivariat menunjukkan risiko rawat inap (RR=3,07; 95% CI: 3,06–3,09) dan lama rawat inap panjang (RR=15,06; 95% CI: 14,61-15,52) pada skizofrenia lebih tinggi dibanding non-skizofrenia. Skizofrenia tetap menjadi beban utama FKRTL, terutama pada kelompok sosial ekonomi rentan. Peningkatan kebutuhan rawat inap menegaskan pentingnya deteksi dini, kesinambungan pengobatan, dan penguatan layanan komunitas.

Schizophrenia is a severe mental disorder and represents a major burden on mental health services in Indonesia. This burden is reflected in high inpatient demand and long treatment durations, yet data on service trends remain limited. A retrospective descriptive study was conducted using BPJS Kesehatan claims data from advanced referral health facilities (FKRTL) between 2021 and 2024. Univariate analysis described trends in proportions and inpatient care patterns, while chi-square tests were used to compare inpatient outcomes between schizophrenia and non-schizophrenia visits. Out of 1.32 million mental health visits, 40.68% were for schizophrenia. Although the proportion declined from 46.52% in 2021 to 35.12% in 2024, absolute visit numbers increased, particularly among males, adolescents, PBI participants (social assistance program), and Class III inpatients. Inpatient care for schizophrenia rose steadily from 41.59% in 2021 to 63.56% in 2024. Bivariate analysis indicated that schizophrenia visits had higher risks of inpatient admission (RR = 3.07; 95% CI: 3.06–3.09) and prolonged inpatient stay (RR = 15.06; 95% CI: 14.61–15.52) compared with non-schizophrenia visits. Schizophrenia remains a primary burden on FKRTL, especially among socioeconomically vulnerable groups. The increasing inpatient demand highlights the importance of early detection, continuity of care, and strengthening community mental health services.