Abstrak
Rekam Medis Elektronik (RME) telah diimplementasikan di berbagai fasilitas kesehatan sebagai upaya meningkatkan kualitas dokumentasi klinis, termasuk Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT). Instalasi rehabilitasi psikososial memiliki peran strategis dalam penanganan gangguan jiwa jangka panjang, di mana CPPT menjadi instrumen pemantauan perkembangan rehabilitan yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi RME dalam kaitannya dengan mutu isi CPPT di Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSJ Dr. Soeharto Heerdjan menggunakan kerangka HOT-Fit (Human, Organization, Technology). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan pendekatan kuantitatif melalui telaah terhadap 100 dokumen CPPT elektronik dan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Pengambilan data dilakukan pada periode Februari–Maret 2026. Hasil telaah dokumen menunjukkan persentase kelengkapan isi CPPT sebesar 99,2%, persentase kejelasan isi CPPT sebesar 75,33%, dan persentase ketepatan waktu pengisian CPPT sebesar 94%. Komponen kejelasan menjadi aspek dengan persentase terendah, dengan 66% CPPT terindikasi repetitif atau copy-paste. Hasil wawancara mendalam mengungkapkan bahwa repetitivitas isi CPPT dipengaruhi oleh faktor human (keterbatasan waktu, beban kerja, persepsi petugas), faktor organisasi (belum adanya SOP khusus, kebijakan finger print yang membatasi pengisian CPPT hanya pada satu ruangan, minimnya pelatihan), dan faktor teknologi (fitur copy-paste dalam sistem, minimnya bridging antar form, tidak adanya notifikasi pengingat). Implementasi RME di Instalasi Rehabilitasi RSJ Dr. Soeharto Heerdjan telah berhasil mendukung kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT. Namun demikian, implementasi RME belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kejelasan substansi isi CPPT, yang ditunjukkan oleh tingginya angka repetitivitas. Diperlukan intervensi dari sisi kebijakan, pelatihan, dan pengembangan sistem teknologi untuk meningkatkan kualitas isi CPPT secara menyeluruh.
Electronic Medical Records (EMR) have been implemented across various healthcare facilities as an effort to improve clinical documentation quality, including the Integrated Patient Progress Notes (CPPT). The psychosocial rehabilitation installation plays a strategic role in long-term mental health management, where CPPT serves as a crucial instrument for monitoring rehabilitants progress. This study aims to evaluate EMR implementation in relation to CPPT content quality at the Psychosocial Rehabilitation Installation of RS Dr. Soeharto Heerdjan using the HOT-Fit framework (Human, Organization, Technology). This study employed a mixed method approach, combining quantitative analysis through document review of 100 electronic CPPT records and qualitative analysis through in-depth interviews with 5 informants consisting of medical and allied health professionals. Data collection was conducted during the period of February–March 2026.Document review results showed a CPPT completeness rate of 99.2%, a clarity rate of 75.33%, and a timeliness rate of 94%. Clarity was the aspect with the lowest percentage, with 66% of CPPTs identified as repetitive or copy-pasted. In-depth interviews revealed that CPPT repetitiveness was influenced by human factors (time constraints, workload, staff perception), organizational factors (absence of specific SOPs, finger print policy that restricts CPPT entry to a single designated room, limited training), and technological factors (copy-paste feature in the system, insufficient inter-form bridging, absence of reminder notifications). EMR implementation at the Rehabilitation Installation of RS Dr. Soeharto Heerdjan has successfully supported CPPT completeness and timeliness. However, it has not fully contributed to improving the clarity of CPPT content, as evidenced by the high rate of repetitiveness. Interventions at the policy, training, and technological development levels are needed to comprehensively improve CPPT content quality.